Alkes Indonesia catat potensi transaksi 137 miliar rupiah di Arab Health

ILUSTRASI. Booth Indonesia di pameran Medica 2022 digelar pada 14-17 November 2022 di Dusseldorf, Jerman. Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD 9,6 juta. (Kementerian Perdagangan RI)
Arab Health 2023 yang berlangsung selama empat hari dari 30 Januari hingga 2 Februari 2023 tersebut merupakan langkah awal yang sangat baik bagi perusahaan Indonesia.
Jakarta (Indonesia Window) – Produk alat kesehatan (alkes) Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar 9,15 juta dolar AS atau 137 miliar rupiah pada keikutsertaan di Arab Health 2023 di Dubai World Trade Centre, Uni Emirat Arab (UEA).Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis menyampaikan, keikutsertaan Indonesia pada Arab Health yang berlangsung selama empat hari dari 30 Januari hingga 2 Februari 2023 tersebut merupakan langkah awal yang sangat baik bagi perusahaan Indonesia.“Sejak hari pertama pameran Arab Health 2023, perusahaan Indonesia berhasil mendapatkan kontrak dagang. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu perusahaan Indonesia lain yang hadir sebagai ekshibitor dalam Arab Health 2023 ini untuk mendapatkan setidaknya potensi transaksi dagang dengan para buyer dari wilayah Timur Tengah dan Afrika,” ujar Husin seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa.Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Muhammad Khomaini mengungkapkan, sebanyak sepuluh perusahaan Indonesia berpartisipasi di Arab Health 2023.Kesepuluh perusahaan tersebut adalah PT Enesers Mitra Berkah, PT Fyrom International, PT Graha Teknomedika, PT Inspiry Indonesia Konsultan, PT Mega Andalan Kalasan, PT Oneject Indonesia, PT Sterin Laboratories, PT Sugih Instrumendo Abadi, PT Trimitra Garmedindo, dan PT Triton Manufactures.“Kesepuluh perusahaan Indonesia yang mengikuti Arab Health 2023 berhasil mencetak potensi transaksi Rp125 miliar. Produk-produk yang diminati yaitu kasur rumah sakit (hospital bed), jarum suntik dengan penonaktifan otomatis (auto disable syringes), dan pompa pernapasan (respiratory pump). Ini menunjukkan, produk alat kesehatan Indonesia mampu bersaing di kancah global,” ujar Khomaini.Dari potensi transaksi yang berhasil dicapai tersebut, kontribusi terbesar diperoleh dari enam kontrak dagang senilai 850 ribu dolar AS yang ditandatangani antara pelaku usaha Indonesia yaitu PT Mega Andalan Kalasan dengan sejumlah buyers yaitu Babil Medical Equipment LLC dari UEA; Samiya International LLC dari Oman; Ibn Al Haytham Center dari Qatar; Behzad Medical Est, WLL dari Bahrain; Tabasheer Medical Co. Ltd. dari Sudan; dan Anudha Ltd. dari Tanzania.Penandatanganan enam kontrak dagang tersebut dilakukan para pimpinan dari perusahaan serta disaksikan secara langsung oleh Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis; Konsul Jenderal RI Dubai K. Candra Negara; Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Dita Novianti Sugandi Argadireja; serta Kepala ITPC Dubai Muhammad Khomaini.Khomaini mengungkapkan, pada keikutsertaan kali ini, sebanyak 592 buyers telah mengunjungi Paviliun Indonesia.“Ketertarikan buyers tersebut tentunya menjadi hal yang sangat positif setelah beberapa tahun Indonesia absen di pameran tersebut. Indonesia tampil di pameran Arab Health terakhir kalinya di tahun 2017 lalu,” tandas Khomaini.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Presidensi G20 RI prioritaskan kesehatan global, ekonomi digital dan transisi energi
Indonesia
•
17 Feb 2022

Feature – Komunitas lingkungan bangun keberlanjutan Sungai Cikeas melalui pemberdayaan masyarakat
Indonesia
•
22 May 2023

COVID-19 – Vaksinasi di Tanah Air capai satu juta dosis per hari
Indonesia
•
05 Jul 2021

Indonesia prakarsai resolusi PBB tentang ketahanan kesehatan global
Indonesia
•
15 Dec 2020
Berita Terbaru

Presiden tegaskan komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina melalui Board of Peace
Indonesia
•
05 Feb 2026

Dubes Sudan yakinkan negaranya aman untuk bisnis, undang investasi Indonesia
Indonesia
•
04 Feb 2026

Senapan angin dinilai jadi biang kerok hilangnya satwa endemik Indonesia
Indonesia
•
02 Feb 2026

Fokus Berita – Lembaga konservasi minta dilibatkan dalam pembuatan peraturan oleh pemerintah
Indonesia
•
30 Jan 2026
