
China desak Jepang buang air limbah terkontaminasi nuklir dengan aman

Masyarakat berunjuk rasa di Tokyo, ibu kota Jepang, pada 13 April 2021, memprotes keputusan pemerintah Jepang untuk membuang air limbah radioaktif yang terkontaminasi di Prefektur Fukushima ke laut. (Xinhua/Du Xiaoyi)
Air limbah terkontaminasi nuklir dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Jepang yang akan dibuang ke laut, telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat internasional atas dampak tindakan tersebut terhadap lingkungan laut dan kesehatan manusia.
Beijing, China (Xinhua) – China kembali mendesak Jepang untuk menganggap serius kekhawatiran yang sah dari semua pihak terkait, dan membuang air yang terkontaminasi nuklirnya secara ilmiah, terbuka, transparan, dan aman, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Senin (16/1).Pernyataan itu disampaikan Wang pada konferensi pers harian di Beijing sebagai respons atas laporan bahwa Jepang akan mengalirkan air yang terkontaminasi nuklir dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima ke laut selama musim semi dan musim panas tahun ini.Wang mengatakan bahwa selama dua tahun terakhir, masyarakat internasional tegas mempertanyakan serta menentang keputusan sepihak dan salah dari pemerintah Jepang untuk membuang air limbah terkontaminasi nuklir ke laut, dan menyatakan kekhawatiran besar atas dampak tindakan tersebut terhadap lingkungan laut dan kesehatan masyarakat.Wang mengatakan mayoritas masyarakat Jepang juga menentang pendekatan yang tidak bertanggung jawab ini. Saat disurvei, 55 persen responden menentang pembuangan air yang terkontaminasi nuklir tersebut ke laut."Sangat disesalkan bahwa kekhawatiran semua pihak belum mendapat perhatian atau ditangani oleh Jepang," kata Wang, menambahkan bahwa Jepang telah gagal memberikan penjelasan ilmiah dan kredibel mengenai legitimasi rencananya, keakuratan data tentang air yang terkontaminasi nuklir tersebut, keefektifan sistem pengolahan, dan ketidakpastian tentang dampak lingkungan.Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) telah mengirim tiga gugus tugas teknis ke Jepang dan sejauh ini, belum ada resolusi konklusif atas proposal Jepang, kata Wang, seraya mengungkapkan bahwa badan tersebut juga telah mengeluarkan banyak permintaan ke Jepang, mencari klarifikasi atau membuat rekomendasi untuk rencana pembuangan yang lebih baik."Dalam keadaan seperti itu, adalah sembrono dan tidak bertanggung jawab bagi Jepang untuk menyetujui rencana pembuangan dan melanjutkan proyek konstruksi terkait," ujar Wang.Wang mengatakan bahwa China sekali lagi mendesak Jepang untuk menganggap serius kekhawatiran yang sah dari semua pihak terkait, dan membuang air yang terkontaminasi nuklirnya secara ilmiah, terbuka, transparan, dan aman. Jepang harus tunduk pada pemantauan ketat IAEA, dan melindungi lingkungan laut, hak kesehatan dan kepentingan semua orang, sambungnya."Tanpa otorisasi dan konsultasi penuh dengan para tetangga, pemangku kepentingan lain, dan lembaga internasional terkait, Jepang seharusnya tidak memulai pembuangan air yang terkontaminasi nuklir ke laut," kata Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hamas sebut kerugian langsung dari penjajahan Israel di Gaza lampaui 70 miliar dolar AS
Indonesia
•
11 Oct 2025

CDC AS cabut persyaratan tes COVID-19 untuk wisatawan dari China
Indonesia
•
12 Mar 2023

Penelitian: AS terlibat dalam 400 perang sejak berdiri pada 1776
Indonesia
•
04 Sep 2022

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Air India bertambah jadi 274 orang
Indonesia
•
16 Jun 2025


Berita Terbaru

Langgar aturan akses bagi anak-anak, Australia selidiki 5 raksasa medsos
Indonesia
•
31 Mar 2026

Total populasi Korsel diperkirakan turun 29,9 persen per 2072
Indonesia
•
31 Mar 2026

Resensi Buku Perspektif Jurnalistik – Analisis SWOT Negara Madinah lahirkan model manajemen strategis pemerintahan universal
Indonesia
•
30 Mar 2026

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026
