
COVID-19 – China pastikan kelancaran transisi fase respons pandemik

Tenaga kesehatan menyuntikkan dosis penguat (booster) vaksin COVID-19 kepada seorang warga berusia 89 tahun di Subdistrik Aoyuncun di Distrik Chaoyang, Beijing, ibu kota China, pada 13 Juli 2022. (Xinhua/Ju Huanzong)
Transisi fase respons COVID-19 di China sejalan dengan pembangunan ekonomi dan sosial, dengan menyediakan perlindungan yang lebih baik bagi warga lanjut usia (lansia), anak-anak, pasien dengan penyakit bawaan, wanita hamil, pasien hemodialisis, dan kelompok rentan lainnya.
Beijing, China (Xinhua) – Wakil Perdana Menteri (PM) China Sun Chunlan pada Selasa (13/12) menekankan pentingnya untuk dengan cermat menerapkan berbagai langkah guna mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19, serta memastikan kelancaran transisi fase respons COVID-19 di negara itu.Sun melontarkan pernyataan tersebut dalam kunjungan inspeksi terhadap upaya pengendalian epidemi di Beijing. Sun mengatakan bahwa prioritas pekerjaan harus dialihkan dari upaya pencegahan penularan ke perawatan medis, dengan tujuan menjamin kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya kasus-kasus parah.Sun menuturkan bahwa prinsip mengutamakan rakyat dan kepentingan mereka harus dijunjung tinggi.Sun juga menekankan perlunya untuk secara efektif mengoordinasikan respons COVID-19 dengan pembangunan ekonomi dan sosial.Sun melakukan kunjungan inspeksi di saat kasus infeksi baru COVID-19 di Beijing meningkat pesat. Namun, sebagian besar kasus merupakan kasus ringan dan tanpa gejala. Terdapat 50 kasus parah dan kritis di rumah sakit, yang mayoritas memiliki penyakit bawaan.Wakil PM China itu mengatakan tugas yang mendesak saat ini adalah membantu Beijing memastikan bahwa semua penduduknya mendapatkan akses ke pengobatan dan layanan medis.Menurut Sun, selain 303 klinik demam yang ada di Beijing saat ini, lebih banyak klinik serupa harus didirikan di rumah sakit sementara, dan jumlah tenaga kesehatan harus ditingkatkan di semua klinik demam.Sun menyerukan perlindungan yang lebih baik bagi warga lanjut usia (lansia), anak-anak, pasien dengan penyakit bawaan, wanita hamil, pasien hemodialisis, dan kelompok rentan lainnya.Institusi-institusi medis harus memberikan perawatan kepada pasien tanpa melihat apakah mereka pasien COVID-19 atau bukan, tuturnya.Sun mengatakan produksi dan pasokan obat-obatan serta alat tes COVID-19 sedang ditingkatkan. Secara umum, permintaan yang ada dapat dipenuhi, imbuhnya."Dengan keunggulan sistem untuk memobilisasi sumber daya secara nasional, kita pasti dapat melewati puncak gelombang COVID-19 ini," katanya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah Riyadh libatkan seniman kaligrafi hiasi kota
Indonesia
•
01 Oct 2020

Yayasan Al Ghozy kunjungi Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, jajaki kerja sama
Indonesia
•
30 Apr 2025

Melihat dari dekat sejumlah ‘venue’ Universiade Chengdu
Indonesia
•
22 Jul 2023

Proyek restorasi ekosistem China jadi proyek kesehatan planet unggulan PBB
Indonesia
•
15 Dec 2022


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
