
Rumah baru panda raksasa dibuka, Meng Lan si panda viral kini punya habitat super canggih

Panda raksasa Meng Lan memakan bambu di ruang peraga 'indoor' fasilitas panda raksasa baru di Kebun Binatang Beijing di Beijing, ibu kota China, pada 15 Juli 2026. (Xinhua/Ju Huanzong)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Rumah baru bagi panda raksasa di Kebun Binatang Beijing bersiap menyambut pengunjung pertamanya pada Kamis (16/7).
Fasilitas ini menawarkan habitat yang lebih pintar, lebih luas, dan lebih menyerupai alam bebas bagi satwa berbulu yang menjadi harta nasional itu. Proyek bersejarah ini merupakan bagian dari perayaan 120 tahun berdirinya kebun binatang tersebut.
Memperkenalkan fasilitas mutakhir seluas 13.000 meter persegi, Kebun Binatang Beijing memadukan desain yang terinspirasi alam liar dengan teknologi terdepan untuk menciptakan paviliun luas yang dilengkapi empat ruang peraga indoor, lima kandang satwa, serta lima area aktivitas di luar ruangan.
Paviliun itu menghadirkan kembali unsur-unsur habitat alami melalui kontur tanah yang bergelombang dan sistem aliran sungai buatan, sehingga memungkinkan panda untuk bergerak leluasa di antara area dalam dan luar ruangan, ungkap Lu Yanping, wakil kepala kebun binatang itu.
Platform istirahat permanen (fixed perch), beserta sarana pengayaan satwa yang dapat dipindahkan seperti ban dan bola, juga telah dipasang, imbuh Lu.
Sebagai venue panda raksasa pertama di China yang mengantongi rating bangunan hijau bintang tiga tertinggi, paviliun itu menetapkan tolok ukur baru bagi fasilitas ramah lingkungan sejenis.
Dengan menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan pada fasad eksteriornya, tempat itu dilengkapi sistem pengatur suhu cerdas dan ventilasi udara segar.
Sebuah sistem manajemen pintar yang dirancang khusus mengintegrasikan pemantauan keamanan, pelacakan kesehatan, dan pengaturan lingkungan secara otomatis.
Sementara itu, sistem pendingin semprot berkala juga telah dipasang untuk membantu panda menghadapi hawa panas di musim panas.
Dirancang memiliki rute pengunjung yang melingkar, paviliun baru tersebut secara efektif dapat mengurai kepadatan arus pengunjung.
Lima penghuni pertamanya, yaitu Meng Lan, Bai Tian, Ji Nian, Fu Jiang, dan Fu Xing, telah menempati fasilitas tersebut dan beradaptasi dengan baik.
Di antara kelima panda tersebut, Meng Lan, selebritas kebun binatang yang dikenal lincah dan jenaka, meraih popularitas global pada Desember 2021, saat satwa tersebut sempat ‘kabur’ sejenak dari kandang lamanya dengan berpijak pada sebuah bola mainan merah dan menjulurkan kepala dari balik tembok untuk menyapa para pengunjung yang terkejut.
Para pengunjung merekam insiden tersebut menggunakan ponsel dan momen itu pun viral di berbagai platform media sosial di seluruh dunia.
Untuk kandang baru Meng Lan, pihak kebun binatang telah mengambil langkah antisipasi tambahan.
"Kandangnya dilengkapi area istirahat berbatu-batu tempat dia dapat menghindar dari pandangan pengunjung," tutur Mou Ningning, salah satu wakil kepala kebun binatang itu. "Kami juga mendesain dinding luar dan permukaan dalam yang licin agar tidak dapat dipanjat demi menjamin keselamatannya."
Kebun Binatang Beijing, yang didirikan pada 1906, merupakan kebun binatang publik pertama di China yang dibuka untuk umum.
Fasilitas ini mulai memelihara panda raksasa pada 1955 dan membangun paviliun khusus panda untuk ajang Asian Games 1990 dan Olimpiade Beijing 2008. Saat ini, kebun binatang tersebut menjadi rumah bagi 10 ekor panda raksasa.
Menyusul pembukaan paviliun baru tersebut, paviliun panda Asian Games yang terletak berdampingan akan turut difungsikan sebagai area peraga publik, sementara paviliun panda Olimpiade untuk sementara waktu beralih fungsi sebagai area istirahat cadangan bagi satwa tersebut.
Sistem peraga bergilir akan diterapkan, yang berarti pengunjung berkesempatan menjumpai deretan bintang panda menggemaskan yang berbeda pada setiap kunjungan, sehingga senantiasa menghadirkan kejutan baru, papar Lu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harta kuno Kamboja yang dijarah dikembalikan dari Inggris
Indonesia
•
21 Feb 2023

Opini: Taiwan berikan momentum dalam transisi global menuju emisi nol bersih
Indonesia
•
05 Nov 2022

AS catat rekor jumlah pengaduan terkait diskriminasi dari sekolah
Indonesia
•
02 Jan 2023

Forum Akademisi Indonesia lanjutkan program beasiswa
Indonesia
•
30 Dec 2020


Berita Terbaru

Gelombang panas di Belanda diduga sebabkan 911 kematian berlebih dalam dua pekan
Indonesia
•
16 Jul 2026

Feature – Impian 30 tahun terwujud, seniman keramik Indonesia akhirnya jejakkan kaki di ‘ibu kota porselen dunia’
Indonesia
•
16 Jul 2026

Cuaca panas bikin beruang nekat masuk rumah lansia di Jepang, bongkar kulkas demi makanan
Indonesia
•
15 Jul 2026

Kasus siklosporiasis di AS melonjak, lebih dari 5.100 laporan masih menunggu analisis
Indonesia
•
15 Jul 2026
