Administrasi militer Suriah tunjuk al-Sharaa jadi presiden sementara, bubarkan faksi-faksi bersenjata

Foto yang diabadikan pada 22 Januari 2025 ini menunjukkan kondisi kota yang porak poranda akibat perang di Daraa, ibu kota Provinsi Daraa, Suriah. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Ahmed al-Sharaa ditunjuk sebagai Presiden Suriah selama masa transisi, memberinya kewenangan untuk membentuk dewan legislatif sementara sampai konstitusi permanen diratifikasi.
Damaskus, Suriah (Xinhua/Indonesia Window) – Administrasi Operasi Militer Suriah pada Rabu (29/1) mengumumkan penunjukan Ahmed al-Sharaa sebagai presiden selama masa transisi, memberinya kewenangan untuk membentuk dewan legislatif sementara sampai konstitusi permanen diratifikasi.Hassan Abdel Ghani, juru bicara administrasi tersebut, mengatakan bahwa al-Sharaa akan menjadi presiden sementara dan mewakili Suriah di forum-forum internasional. Dia juga mengumumkan pembubaran semua faksi militer dan badan politik revolusioner, dengan integrasi seluruh faksi militer dan badan politik itu ke dalam institusi-institusi negara.Pengumuman itu disampaikan dalam ‘Konferensi Kemenangan’ (Victory Conference) yang digelar di Damaskus."Kita telah membebaskan rakyat dari penghinaan, kini kita harus mengabdikan diri untuk membangun kembali dan memajukan bangsa ini," kata al-Sharaa dalam konferensi tersebut, merujuk pada serangan besar-besaran oleh kelompok-kelompok militan yang dipimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS) pada akhir tahun lalu, yang berujung pada runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.Dia memaparkan beberapa target, termasuk menutup kesenjangan tata kelola, mengintegrasikan semua kelompok bersenjata di bawah kendali negara, serta memulihkan posisi Suriah dengan mitra regional dan global.Al-Sharaa (43) telah memimpin HTS sejak 2017 dan memainkan peran penting dalam serangkaian serangan oposisi 2024 yang mengakibatkan runtuhnya rezim Assad dan pembentukan pemerintahan transisi Suriah. Sejak Assad lengser, dia telah menjadi pemimpin de facto negara tersebut.Asaad Hassan al-Shibani, menteri luar negeri sementara Suriah, menekankan perihal kebijakan luar negeri yang berorientasi pada dunia luar dan berfokus pada kerja sama Arab dan upaya-upaya untuk mengurangi ketegangan regional.“Kami ingin Suriah menjadi bagian dari upaya kolektif Arab yang mempromosikan keberagaman ekonomi,” ujarnya, seraya menekankan bahwa penghapusan sanksi yang cepat sangat penting bagi kebangkitan negara tersebut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

PBB keluarkan peringatan terhadap operasi Israel yang rusak situs warisan budaya di Lebanon
Indonesia
•
03 Nov 2024

Jelang pilpres, mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol mengundurkan diri dari partai
Indonesia
•
19 May 2025

Lebih dari 50.000 migran ilegal capai Spanyol pada 2023
Indonesia
•
22 Dec 2023

Menhan Israel sebut "penerus" Nasrallah kemungkinan tewas dalam serangan terbaru Israel di Lebanon
Indonesia
•
10 Oct 2024
Berita Terbaru

72.000 jiwa warga Palestina tewas sejak agresi militer Israel di Jalur Gaza Oktober 2023
Indonesia
•
08 Feb 2026

Rusia terima Ukraina yang netral dan bersahabat sebagai tetangga di masa depan
Indonesia
•
06 Feb 2026

Trump melunak soal Perjanjian Chagos Inggris usai bicara dengan Starmer
Indonesia
•
07 Feb 2026

Perjanjian pengurangan senjata nuklir Rusia dan AS berakhir, perdamaian dunia terancam
Indonesia
•
06 Feb 2026
