
Menlu Araghchi sebut Iran tak berniat perluas konflik ke negara lain

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi berbicara dalam sebuah konferensi pers di Kuwait City, Kuwait, pada 22 Oktober 2024. (Xinhua/Asad)
Agresi Israel tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan Amerika Serikat, dengan pasukan dan pangkalan militer AS di kawasan tersebut mendukung serangan-serangan Israel.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Ahad (15/6) mengatakan bahwa negaranya sama sekali tidak berniat memperluas konflik ke negara lain atau kawasan Asia Barat, demikian menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pertemuan di Teheran dengan para duta besar (dubes) dan perwakilan asing di Iran saat menjelaskan posisi dan reaksi negara tersebut terhadap serangan Israel dalam dua hari terakhir.Araghchi mengatakan, "kami tidak memulai perang ini dan sedang melakukan jalur diplomasi terkait program nuklir kami. Agresi ini dipaksakan kepada kami. Kami sedang mempertahankan diri dan pertahanan ini sepenuhnya sah sesuai hukum.""Jika agresi ini berhenti, reaksi kami juga akan berhenti dengan sendirinya," ujar menlu Iran tersebut.Menyoroti serangan Israel pada Sabtu (14/6) terhadap daerah Assaluyeh yang kaya akan sumber daya energi di Provinsi Bushehr, yang terletak di pesisir selatan Iran, Araghchi menilai bahwa upaya memperluas konflik ke kawasan Teluk merupakan "kesalahan strategis besar", yang berniat "memperluas cakupan perang hingga melampaui wilayah Iran".Araghchi menyebutkan bahwa "agresi" Israel tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan Amerika Serikat (AS), seraya menambahkan, "kami memiliki bukti kuat yang menunjukkan bahwa pasukan dan pangkalan militer AS di kawasan tersebut mendukung serangan-serangan Israel."Israel pada Jumat (13/6) dini hari waktu setempat melancarkan serangan udara ke Teheran, ibu kota Iran, dan beberapa kota lainnya di berbagai penjuru Iran. Serangan-serangan tersebut menyerang fasilitas nuklir serta menewaskan sejumlah komandan tinggi militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil Iran. Serangan Israel terus berlanjut ke berbagai wilayah di Iran pada Sabtu.Sebagai respons, Iran pada Jumat dan Sabtu tersebut melancarkan beberapa gelombang serangan rudal terhadap sejumlah target di Israel, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan.Sementara itu, pasukan intelijen Iran telah menangkap dua "anggota" Mossad, badan intelijen Israel, di Provinsi Alborz, Iran utara, sebut laporan dari kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Minggu itu.Dua orang anggota Mossad tersebut ditangkap di sebuah rumah di wilayah Savojbolagh, tempat mereka merakit bom, bahan peledak, perangkap, dan berbagai perangkat elektronik, ungkap laporan Tasnim tanpa menyebutkan tanggal penangkapan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Laporan: Hegemoni militer AS menginjak-injak kedaulatan negara lain
Indonesia
•
08 Sep 2023

Opini – Memulihkan kepercayaan: Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Saudi terapkan Smart Makkah untuk layanan haji holistik
Indonesia
•
19 Feb 2020

NYT: Dengan kontrak rahasia, AS gunakan ‘spyware’ untuk mata-matai dunia
Indonesia
•
07 Apr 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
