Pegawai Administrasi Keamanan Nuklir AS dirumahkan tanpa gaji karena saat ‘shutdown’ masuk pekan ke-3

Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) terlihat di Washington DC, AS, pada 5 Oktober 2025. (Xinhua/Li Rui)
Administrasi Keamanan Nuklir Nasional Amerika Serikat merumahkan 1.400 pegawainya, yang melemahkan sistem pengamanan terhadap bahan dan limbah nuklir, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan publik dan keamanan nasional.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright pada Senin (20/10) mengatakan bahwa sekitar 1.400 pegawai Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (National Nuclear Security Administration/NNSA) di seluruh negara itu telah menerima pemberitahuan dirumahkan sementara tanpa gaji (furlough) seiring penutupan (shutdown) pemerintahan federal memasuki pekan ketiga."Hari ini adalah hari di mana kemampuan kami untuk mengalokasikan dana guna membayar para pekerja tersebut telah berakhir," kata Wright dalam sebuah konferensi pers di Nevada National Security Site di Las Vegas Utara, seraya menyebut bahwa ini menandai furlough pertama dalam 25 tahun sejarah NNSA.Departemen Energi mengonfirmasi angka tersebut dalam sebuah pernyataan, sekaligus menambahkan bahwa saat ini kurang dari 400 pegawai federal yang masih aktif bekerja di badan tersebut."Ini seharusnya tidak terjadi, tetapi ini adalah batas maksimal kami dapat memperpanjang pendanaan bagi para pegawai federal," ujar Wright, seraya memperingatkan bahwa jika shutdown berlanjut, kontraktor yang masih bekerja juga bisa dirumahkan tanpa gaji dan mungkin dapat mulai mencari pekerjaan lain.Menekankan pentingnya misi badan tersebut, Wright menuturkan, "Orang-orang yang menjalankan misi ini sangat penting. Kita perlu membuka kembali pemerintahan federal secepat mungkin," memperingatkan bahwa upaya modernisasi dan pengujian dapat tertunda akibat shutdown ini.Media lokal melaporkan bahwa furlough itu juga berdampak pada sebagian dari 3.000 lebih kontraktor yang bekerja untuk NNSA di Nevada.Outlet berita lokal KCRA melaporkan bahwa beberapa pakar menyatakan kekhawatiran bahwa furlough itu dapat melemahkan sistem pengamanan terhadap bahan dan limbah nuklir, yang berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan publik dan keamanan nasional.NNSA adalah sebuah badan federal di bawah Departemen Energi yang bertugas memelihara persenjataan nuklir AS dan menjaga keamanan nasional melalui penerapan ilmu nuklir dalam bidang militer.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Investigasi Komisi Eropa terhadap kendaraan listrik China bentuk tindakan proteksionisme
Indonesia
•
09 Dec 2023

Ukraina berlakukan rezim visa, Rusia pertimbangkan langkah balasan
Indonesia
•
10 Sep 2022

Kunjungan Blinken ke China disambut positif
Indonesia
•
18 Jan 2023

Julian Assange menangkan hak banding di Pengadilan Tinggi dalam kasus ekstradisinya ke AS
Indonesia
•
22 May 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
