21 orang tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon selatan meski ada gencatan senjata

Foto yang diabadikan pada 16 Mei 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Tyre, Lebanon. (Xinhua/Ali Hashisho)

Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 21 orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel yang semakin intensif di seluruh wilayah selatan Lebanon pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat hingga sepanjang Ahad (24/5), demikian dilaporkan media pemerintah.

Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan terjadinya "pembantaian" di Kota Sir al-Gharbiyeh, Distrik Nabatieh, di mana sembilan orang, termasuk seorang anak dan beberapa wanita, tewas. Di distrik yang sama, serangan drone Israel menewaskan tujuh orang lainnya di kota Nabatieh serta wilayah Nmairiyeh dan Arab Salim.

Secara terpisah, di Distrik Tyre, serangan Israel menewaskan total lima orang, menurut NNA.

Sementara itu, Hizbullah menyatakan pasukannya meluncurkan rentetan serangan roket yang menargetkan kendaraan militer Israel di dekat Kota Bayada di Lebanon selatan.

Sebelumnya pada hari yang sama, pemimpin kelompok tersebut, Naim Qassem, mengatakan bahwa upaya untuk melucuti senjata Hizbullah akan berujung pada "pemusnahan" kelompok tersebut dan pendudukan Lebanon secara bertahap, berjanji bahwa Hizbullah akan terus berjuang melawan Israel.

Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon menyatakan bahwa jumlah korban kumulatif akibat serangan Israel antara 2 Maret dan 24 Mei telah mencapai 3.151 orang tewas dan 9.571 lainnya luka-luka.

Serangan-serangan itu terjadi di tengah berlanjutnya serangan Israel di seluruh wilayah Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diumumkan bulan lalu.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait