155 pesawat tempur dikerahkan dalam operasi penyelamatan pilot jet tempur F-15 yang jatuh di Iran

Asap mengepul setelah ledakan terdengar di pusat kota Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xinhua/Shadati)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (6/4) bahwa militer AS telah menggunakan 155 pesawat tempur untuk menyelamatkan pilot kedua yang hilang di Iran dan terpaksa menghancurkan beberapa pesawat kargo yang terjebak.

Pilot itu mengalami cedera "cukup parah," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

"Kami meledakkan pesawat-pesawat tua itu," kata Trump saat menjelaskan detail penyelamatan. Dia mengatakan pesawat-pesawat itu berisi peralatan komunikasi dan teknologi antirudal.

Misi pencarian dan penyelamatan kemudian dilakukan menggunakan "pesawat yang lebih cepat dan ringan," kata Trump.

"Ratusan orang bisa saja tewas," kata Trump. "Jadi, ada orang-orang di militer yang mengatakan langkah ini tidak bijaksana, dan saya memahaminya. Namun, saya memutuskan untuk melakukannya," lanjut Trump.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat A-10 Warthog AS yang ditembak jatuh pada Jumat (3/4) sedang melakukan misi Sandy dengan memosisikan diri di antara pasukan penyelamat dan tembakan musuh.

Pesawat itu terkena tembakan Iran beberapa kali, tetapi pilot berhasil menerbangkannya keluar dari wilayah Iran sebelum melontarkan diri di wilayah yang bersahabat.

Pesawat itu hanya memiliki satu tugas, yakni "menjangkau korban selamat, membawa pasukan penyelamat maju, dan menempatkan diri mereka di antara penyintas di lapangan dan musuh," kata Caine.

Direktur CIA John Ratcliffe mengatakan badan intelijen AS tersebut memainkan peran kunci selama upaya pencarian dan penyelamatan dengan menggunakan "aset manusia dan teknologi canggih" untuk menemukan pilot yang hilang serta memastikan dia sendirian dan masih hidup pada Sabtu (4/4) pagi.

Ratcliffe menggambarkan operasi pencarian dan penyelamatan itu sebagai "tantangan yang menakutkan" yang "setara dengan mencari jarum di tumpukan jerami".

"Misi ini juga berlomba dengan waktu, karena sangat penting bagi kami untuk menemukan pilot yang jatuh secepat mungkin, dan di saat yang sama, mengalihkan perhatian musuh kami," kata Ratcliffe kepada wartawan.

Ratcliffe membenarkan bahwa CIA "melakukan kampanye pengelabuan" terhadap Iran selama operasi penyelamatan tersebut, sehingga pilot yang hilang, ketika "bersembunyi di celah gunung, tidak terlihat oleh musuh, tetapi terlihat oleh CIA".

Trump mengatakan rudal bahu Iran telah menembak jatuh jet F-15E Angkatan Udara AS pada Jumat. Namun, baik Trump maupun para pejabat tinggi AS lainnya tidak menjelaskan jenis amunisi dan bagaimana jet tempur tersebut ditembak jatuh. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait