Pakar peringatkan penyakit sosial dapat gerogoti kekayaan keanekaragaman hayati Kolombia

Kawanan burung flamingo terlihat di Kebun Binatang Cali di Cali, Kolombia, pada 4 September 2024. (Xinhua/Zhou Shengping)
Kolombia berisiko kehilangan keanekaragaman hayatinya yang kaya akibat tantangan domestik dan karena "kita tidak merawat planet kita" sebagaimana mestinya.
Cali, Kolombia (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang pakar memperingatkan bahwa Kolombia berisiko kehilangan keanekaragaman hayatinya yang kaya akibat tantangan domestik dan karena "kita tidak merawat planet kita" sebagaimana mestinya.Maria Clara Dominguez, CEO Cali Zoological Foundation, mengatakan bahwa Kolombia telah kehilangan 70 persen keanekaragaman hayatinya dalam setengah abad terakhir. Dirinya mencatat bahwa Kolombia menghadapi tantangan sosial yang signifikan, terutama dari kelompok-kelompok pemberontak yang beroperasi di daerah-daerah hijau yang kaya akan keanekaragaman hayati.Aktivitas pemberontak, termasuk penambangan ilegal, penebangan hutan, dan penanaman kokaina, telah merusak lingkungan dan membuat negara tersebut lebih rentan terhadap pemanasan global.Selain itu, meskipun taman nasional dan area konservasi mencakup sekitar 20 persen dari daratan Kolombia, "bukan berarti daerah-daerah ini aman," ujar Dominguez.Akibat kemiskinan, penduduk setempat di daerah-daerah semacam itu sering melakukan penebangan liar serta merambah lahan untuk ternak dan tanaman baru demi penghidupan, yang menyebabkan deforestasi atau penggundulan hutan.Cali, sebuah kota di sebelah barat daya Bogota, ibu kota Kolombia, terpilih sebagai tuan rumah pertemuan ke-16 Konferensi Para Pihak Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Keanekaragaman Hayati (COP16) pada 21 Oktober hingga 1 November.
Anemon laut dan seekor ikan badut (clownfish) terlihat di peternakan laut Pulau Wuzhizhou di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, pada 17 Mei 2024. (Xinhua/Yang Guanyu)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

China sebut subsidi dan insentif pajak AS untuk sektor cip dalam negeri diskriminatif
Indonesia
•
24 Mar 2024

Presiden AS Biden dukung Taiwan dalam keamanan nasional
Indonesia
•
04 Mar 2021

Jepang gelar pemakaman kenegaraan mantan PM Shinzo Abe pada 27 September
Indonesia
•
20 Jul 2022

COVID-19 – WHO: Jangan remehkan Omicron
Indonesia
•
15 Dec 2021
Berita Terbaru

72.000 jiwa warga Palestina tewas sejak agresi militer Israel di Jalur Gaza Oktober 2023
Indonesia
•
08 Feb 2026

Rusia terima Ukraina yang netral dan bersahabat sebagai tetangga di masa depan
Indonesia
•
06 Feb 2026

Trump melunak soal Perjanjian Chagos Inggris usai bicara dengan Starmer
Indonesia
•
07 Feb 2026

Perjanjian pengurangan senjata nuklir Rusia dan AS berakhir, perdamaian dunia terancam
Indonesia
•
06 Feb 2026
