PM Kamboja sebut BRI China sangat untungkan Kamboja dan negara partisipan lainnya

Foto dari udara yang diabadikan pada 24 Juni 2022 ini menunjukkan proyek Jalan Tol Phnom Penh-Sihanoukville di Provinsi Kampong Speu, Kamboja. (Xinhua/Li Zhen)

Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville (Sihanoukville Special Economic Zone/SSEZ), yang merupakan proyek unggulan dari kerja sama China-Kamboja di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), terus mengalami kemajuan.

 

Kratie, Kamboja (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen pada Senin (2/1) di Kratie mengatakan bahwa Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) memberikan banyak manfaat nyata bagi negaranya dan negara-negara partisipan lainnya.

Berpidato pada upacara peletakan batu pertama pembangunan jembatan sungai yang didanai China, Hun Sen mengatakan bahwa BRI menyuntikkan dorongan penting ke dalam pembangunan sosial ekonomi Kamboja.

“Kamboja termasuk salah satu pendukung pertama BRI,” katanya. “Kamboja dan negara-negara lain di kawasan tersebut mendapat banyak manfaat dari BRI.”

Duta Besar China untuk Kamboja Wang Wentian mengatakan 2023 menandai peringatan 10 tahun BRI, menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, China dan Kamboja telah mencapai berbagai hasil luar biasa dalam kerja sama pragmatis kedua negara di bawah kerangka kerja BRI.

Dia mengatakan bahwa melalui inisiatif tersebut, China mendukung sejumlah megaproyek antara lain dalam pembangunan jalan, jembatan, dan jalur transmisi listrik.

Dia menjelaskan bahwa Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville (Sihanoukville Special Economic Zone/SSEZ), yang merupakan proyek unggulan dari kerja sama China-Kamboja di bawah BRI, terus mengalami kemajuan.

Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville
Foto dari udara yang diabadikan pada 19 Juli 2022 ini menunjukkan pintu masuk Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville (SSEZ) di Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja. (Xinhua/SSEZ)

“Sejumlah besar perusahaan menetap di zona tersebut, yang menciptakan lebih dari 30.000 pekerjaan bagi penduduk setempat dan berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi di Kamboja,” ujar Wang.

Neak Chandarith, direktur Pusat Riset Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 (Century Maritime Silk Road Research Center) Kamboja, mengatakan bahwa proyek-proyek BRI akan menjadi kontributor bagi pertumbuhan ekonomi di Kamboja dan di kawasan itu pascapandemi COVID-19.

“Saya yakin proyek BRI di sini akan membantu Kamboja mencapai tujuan ambisiusnya menjadi sebuah negara berpenghasilan menengah ke atas pada 2030 dan negara berpenghasilan tinggi pada 2050,” sebutnya kepada Xinhua.

“Proyek-proyek BRI seperti bandara, pembangkit listrik, basis manufaktur, dan jalan tol sangat penting untuk integrasi ekonomi Kamboja dengan ekonomi lainnya di seluruh dunia,” kata Chandarith.

Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville
Foto yang diabadikan pada 8 Oktober 2022 ini menunjukkan sejumlah kendaraan mengantre di sebuah gerbang tol di Jalan Tol Phnom Penh-Sihanoukville di Phnom Penh, Kamboja. (Xinhua/Jalan Tol PPSHV)

Joseph Matthews, seorang profesor senior di BELTEI International University di Phnom Penh, mengatakan BRI merupakan sebuah kekuatan pendorong untuk terus memperluas kerja sama antarnegara di kawasan tersebut dan dunia pada umumnya demi perdamaian, keamanan, kemakmuran, dan pembangunan berkelanjutan.

“Inisiatif itu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi global di era pascapandemi,” ungkapnya kepada Xinhua.

Selain Kamboja, negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Laos, Thailand, Indonesia, dan Malaysia juga sangat diuntungkan berkat BRI, ujar Matthews.

“Jalur kereta China-Laos, yang menghubungkan Kunming di Provinsi Yunnan, China, dengan Vientiane, ibu kota Laos, merupakan anugerah tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi negara-negara Asia Tenggara lainnya,” katanya.

Kin Phea, direktur jenderal Institut Hubungan Internasional Kamboja, mengatakan bahwa BRI tidak hanya membawa keuntungan besar bagi semua negara partisipan, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk mempromosikan konektivitas dan kerja sama di semua bidang seperti infrastruktur, ekonomi, investasi, dan keuangan, serta untuk memperkuat ikatan budaya dan antarmasyarakat.

“Setiap negara mendapat manfaat dari BRI, tentu saja pada tingkat yang berbeda, tergantung pada partisipasi mereka,” sebutnya kepada Xinhua. “Melalui pengamatan kami, kami melihat bahwa BRI memiliki dampak yang sangat positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kamboja.”

BRI, yang mengacu pada Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, diprakarsai oleh China pada 2013 untuk membangun jaringan perdagangan dan infrastruktur yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Afrika di dalam maupun di luar rute perdagangan Jalur Sutra kuno.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan