WNI punya hak sama membeli masker di Taiwan

WNI punya hak sama membeli masker di Taiwan
Masyarakat Taiwan tetap beraktivitas seperti biasa dengan mengenakan masker medis di Stasiun Utama Taipei pada Sabtu (8/2/2020). (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Wabah virus Corona baru yang merebak secara global sejak akhir Desember 2019 telah membuat masker medis menjadi barang langka dan mahal, tak terkecuali di Indonesia.

Pemakaian masker di tempat-tempat umum, terutama yang tertutup seperti bandara, stasiun dan kendaraan umum, serta mencuci tangan dengan cairan anti septik secara teratur telah disarankan oleh Pemerintah Taiwan kepada seluruh masyarakat di Pulau Formosa yang secara geografis berada dekat dengan China, dari mana virus tersebut berasal.

Guna mengatur pembelian masker kesehatan secara proporsinal agar tidak terjadi ketimpangan antara persediaan dan permintaan seiring dengan wabah tersebut, Pemerintah Taiwan menggelar penjualan masker nasional dan meluncurkan pembelian dengan cara  “sistem nama asli” pada 6 Februari 2020.

Pernyataan dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) yang diterima di Jakarta, Selasa menyebutkan bahwa semua orang dapat pergi ke apotek dan pusat kesehatan dengan “kartu asuransi kesehatan” untuk membeli masker sesuai jatah yang telah ditentukan.

Dengan cara seperti itu masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan masker, dan harga tidak akan naik sewenang-wenang seperti di negara lainnya.

Hak yang sama dalam membeli masker kesehatan juga berlaku bagi 300.000 Warga Negara Indonesia dan warga asing lainnya di Taiwan dengan kartu izin tinggal atau kartu asuransi kesehatan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Taiwan bukan bagian dari China, dan bukan bagian dari wilayah epidemi yang berasal dari Wuhan.

Pemerintah Taiwan berterimakasih kepada Indonesia karena telah membedakan dengan jelas antara Taiwan dan China daratan dalam menghadapi kasus epidemi tersebut.

Taiwan mendesak semua negara di dunia untuk tidak menerima informasi yang salah dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memasukkan Taiwan dalam wilayah epidemi China sehingga mengambil tindakan yang tidak masuk akal dengan melarang penerbangan Taiwan dan membatasi masuknya warga Taiwan ke dalam beberapa negara.

Kesehatan

Dalam wabah Corona baru tersebut, WHO awalnya menilai bahwa Taiwan dan Thailand adalah dua negara yang paling rentang.

Namun, jumlah kasus di Taiwan ternyata jauh lebih sedikit dibandingkan dengan banyak negara maju sistem dan perawatan kesehatan yang diterapkan di Pulau Formosa tersebut sangat baik.

Menurut situs jejaring Numbeo, Indeks Perawatan Kesehatan 2020 Taiwan berada pada posisi teratas dengan 86,71 poin, disusul Korea Selatan dan Jepang.

Taiwan juga menduduki peringkat nomor satu di dunia tahun lalu dengan standar medis yang telah lama diakui secara internasional.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here