
Washington sasar jaringan minyak dan rudal Teheran

Seorang pekerja minyak Iran sedang bekerja di saluran pipa minyak di Pulau Kharg, Teluk Persia, Iran selatan, pada 23 Februari 2016. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)
AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 individu, entitas, dan kapal yang memungkinkan penjualan minyak Iran secara "ilegal" serta mendukung produksi rudal balistik dan senjata konvensional canggih.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (25/2) menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 individu, entitas, dan kapal yang memungkinkan penjualan minyak Iran secara "ilegal" serta mendukung produksi rudal balistik dan senjata konvensional canggih (advanced conventional weapon/ACW).
Diumumkan oleh Kantor Pengendalian Aset Asing Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan, sanksi tersebut menargetkan 12 kapal beserta masing-masing pemilik dan operatornya.
Sanksi-sanksi tersebut juga menargetkan sejumlah jaringan yang memungkinkan Korps Garda Revolusi Islam Iran dan Kementerian Pertahanan serta Logistik Angkatan Bersenjata Iran dalam memperoleh bahan awal dan mesin sensitif yang diperlukan untuk memulihkan kapasitas produksi rudal balistik dan ACW, serta menyebarkan kendaraan udara nirawak ke negara-negara ketiga, menurut pernyataan itu.
Pada 2025, pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 875 orang, kapal, dan pesawat sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum" Washington terhadap Iran, menurut pernyataan itu.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (24/2) mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir, sembari menuduh negara tersebut sedang mengembangkan rudal yang dalam waktu dekat dapat mencapai AS.
Putaran baru pembicaraan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa dan diperkirakan akan berfokus pada program nuklir Iran, termasuk tingkat pengayaan uranium dan pencabutan sanksi.
Banyak analis mengatakan bahwa putaran pembicaraan mendatang antara AS dan Iran dapat menandai kesempatan diplomatik terakhir sebelum kemungkinan operasi militer gabungan oleh AS dan Israel terhadap Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Persatuan Jurnalis Rusia anugerahkan penghargaan kepada Julian Assange
Indonesia
•
09 Sep 2020

Kuwait jadi sasaran serangan, pertahanan udara cegat rudal dan ‘drone’ musuh
Indonesia
•
24 Jul 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026

Trump Organization didenda 1,6 juta dolar AS karena penggelapan pajak
Indonesia
•
14 Jan 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
