
China akan luncurkan wahana penjelajah Bulan berikutnya sekitar 2024

Foto yang diabadikan pada 24 April 2023 ini menunjukkan sampel Bulan yang diterima oleh Institut Teknologi Beijing. Institut Teknologi Beijing (Beijing Institute of Technology/BIT) baru-baru ini menerima 500 miligram sampel Bulan yang dibawa pulang oleh misi Chang'e-5. Tim peneliti dari BIT akan mempelajari karakteristik material dari sampel-sampel ini dan juga teknologi manufaktur aditif terkait, dengan mempertimbangkan pembangunan stasiun penelitian Bulan di masa depan. (Xinhua/Zhao Xu)
Wahana penjelajah Bulan milik China berikutnya, Chang'e-6, akan diluncurkan sekitar tahun 2024 seperti yang telah direncanakan, serta akan membawa muatan dari Prancis, Italia, Pakistan, dan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA), yang mencakup sebuah detektor ion negatif dan sebuah detektor gas radon.
Beijing, China (Xinhua) – Wahana penjelajah Bulan milik China berikutnya, Chang'e-6, akan diluncurkan sekitar tahun 2024 seperti yang telah direncanakan, dengan tugas-tugas pengembangan terkait yang saat ini sedang berlangsung, demikian disampaikan Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) pada Jumat (29/9).Menurut program eksplorasi Bulan negara tersebut, misi Chang'e-6 akan mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan. Misi itu bertujuan mendarat di Cekungan Kutub Selatan-Aitken di sisi jauh Bulan untuk mengeksplorasi dan mengumpulkan sampel Bulan dari berbagai tempat dan waktu.Untuk mendukung komunikasi antara sisi jauh Bulan dan Bumi, China berencana meluncurkan satelit relai mereka yang baru dikembangkan yaitu Queqiao-2, atau Magpie Bridge-2, pada paruh pertama 2024, kata CNSA.CNSA mengungkapkan bahwa wahana penjelajah Bulan Chang'e-6 akan membawa muatan dari Prancis, Italia, Pakistan, dan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA), yang mencakup sebuah detektor ion negatif dan sebuah detektor gas radon.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China tafsirkan ritual kuno berusia 2.000 tahun yang tercatat dalam bilah bambu
Indonesia
•
11 Dec 2023

COVID-19 - Ahli: Vaksin tak mungkin ada hingga 2021
Indonesia
•
14 Jul 2020

COVID-19 – Ilmuwan Taiwan produksi vaksin khusus Omicron
Indonesia
•
12 Feb 2022

Peneliti temukan sinyal awal demensia yang sering diabaikan banyak orang
Indonesia
•
22 Jul 2026


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
