
SpaceX luncurkan misi penerbangan bersama baru

Foto yang dirilis oleh SpaceX pada 1 Juni 2024 ini menunjukkan roket Starship menjelang uji terbang keempatnya di Starbase yang berada di Texas, Amerika Serikat. (Sumber: SpaceX)
Misi penerbangan bersama baru ke luar angkasa oleh SpaceX diberi nama Transporter-15, diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 pada pukul 10.44 Pacific Time (Sabtu (29/11) pukul 01.44 WIB) dari Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg (Vandenberg Space Force Base) di Negara Bagian California, AS.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan antariksa swasta Amerika Serikat (AS) SpaceX meluncurkan misi penerbangan bersama (rideshare) baru ke luar angkasa pada Jumat (28/11).Misi yang diberi nama Transporter-15 itu diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 pada pukul 10.44 Pacific Time (Sabtu (29/11) pukul 01.44 WIB) dari Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg (Vandenberg Space Force Base) di Negara Bagian California, AS, ungkap SpaceX.Setelah pemisahan tahap (stage), stage pertama dari wahana pendorong (booster) mendarat di kapal laut nirawak (droneship) ‘Of Course I Still Love You’ yang ditempatkan di Samudra Pasifik, menandai penerbangan ke-30 untuk wahana pendorong stage pertama tersebut, kata perusahaan itu.Di dalam misi ini terdapat 140 muatan (payload), termasuk cubesat, satelit mikro (microsat), hosted payload, dan kendaraan transfer orbital yang mengangkut 13 payload dari keseluruhan payload itu untuk dikerahkan di lain waktu, kata SpaceX.Semua muatan ditujukan ke orbit sinkron matahari, imbuh SpaceX.SpaceX mengatakan di platform media sosial X bahwa program rideshare-nya kini telah mengirimkan lebih dari 1.400 muatan ke orbit, melalui misi rideshare khusus dan peluang peluncuran bersama lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Satelit astronomi China-Prancis deteksi semburan sinar gamma setelah uji coba di orbit
Indonesia
•
09 Jul 2024

Kanada umumkan dukungan untuk proyek hidrogen hijau baru
Indonesia
•
29 Feb 2024

Rover Perseverance NASA lewati 1.000 hari Mars pengoperasiannya
Indonesia
•
14 Dec 2023

Begini cara baru ubah jerami jadi supermaterial
Indonesia
•
25 Apr 2026


Berita Terbaru

Gara-gara internet tak diputus, AI Anthropic 'menyusup' ke sistem tiga organisasi nyata saat uji keamanan siber
Indonesia
•
31 Jul 2026

ITB gandeng perusahaan China kembangkan robotika medis, bedah jarak jauh jadi fokus riset
Indonesia
•
31 Jul 2026

Mengapa banyak fosil ditemukan di gua? Ternyata berawal dari kebiasaan unik landak
Indonesia
•
31 Jul 2026

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026
