
Tim peneliti China dirikan platform untuk identifikasi dan pemanfaatan gen unggul padi liar

Seorang warga bekerja di sebuah sawah padi liar di Daji, Wilayah Otonom Etnis She Jingning, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 22 Mei 2020. (Xinhua/Huang Zongzhi)
Varietas padi liar yang umum di China, Y476, yang dikenal memiliki daya tahan komprehensif, merupakan pembawa dalam merangkai sebuah genom kromosom tanpa celah dengan haplotype lengkap untuk pertama kalinya.
Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti China mendirikan sebuah platform untuk penemuan, pemanfaatan, dan inovasi gen unggul dari plasma nutfah padi liar, ungkap Akademi Ilmu Pertanian China (Chinese Academy of Agricultural Sciences/CAAS).Dilakukan bersama oleh para peneliti dari CAAS dan Fakultas Ilmu Pertanian Mutakhir Universitas Peking, studi ini telah dipublikasikan di dalam jurnal Nature Communications.Melimpahnya variasi genetik yang dimiliki oleh padi liar menyediakan cadangan gen yang berguna untuk pemuliaan padi. Namun, genom padi liar belum dikaji secara komprehensif.Tim peneliti ini menggunakan Y476, varietas padi liar umum di China yang dikenal memiliki daya tahan komprehensif, sebagai pembawa dalam merangkai sebuah genom kromosom tanpa celah dengan haplotype lengkap untuk pertama kalinya.Tim peneliti tersebut mengembangkan dua set galur substitusi segmen kromosom dengan Y476 sebagai induk donor dan padi yang dibudidayakan sebagai induk berulang. Selain itu, tim peneliti mendirikan sebuah platform yang secara efisien dan cepat dapat menemukan gen-gen unggul pada padi liar.Platform itu akan mempercepat riset genomik fungsional pada padi liar serta menyediakan perangkat canggih untuk pemanfaatan sumber daya plasma nutfah padi dan penyempurnaan genetik varietas padi, ujar Yang Qingwen, seorang peneliti di tim tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kenya resmikan Tsavo West Rhino Sanctuary, suaka konservasi badak terbesar di dunia
Indonesia
•
11 Dec 2025

China tuntaskan uji transposisi wahana antariksa gunakan lengan robotik
Indonesia
•
07 Jan 2022

Studi sebut fosil "Little Foot" kemungkinan mengacu pada leluhur manusia yang belum diketahui
Indonesia
•
16 Dec 2025

Pakar sebut gelombang panas picu migrain berulang
Indonesia
•
12 Jul 2024


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
