
Pejabat AS akhiri perjalanan pra-pilpres ke Timur Tengah, tanpa terobosan konkret

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken di Yerusalem, pada 19 Agustus 2024. (Xinhua/Haim Zach-GPO)
Upaya terakhir pemerintahan Joe Biden untuk menyelesaikan berbagai masalah seputar konflik di kawasan Timur Tengah sebelum pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat tak mencapai hasil.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Dua pejabat tinggi Gedung Putih telah kembali ke Washington dari Timur Tengah setelah melakukan upaya terakhir pemerintahan Joe Biden untuk menyelesaikan berbagai masalah seputar konflik di kawasan tersebut sebelum pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS), lapor media AS padas Jumat (1/11).Perjalanan tersebut dilakukan oleh Amos Hochstein, selaku utusan utama Washington yang ditugaskan untuk menghindari perang antara Israel dan Hizbullah, dan Brett McGurk, selaku koordinator Dewan Keamanan Nasional AS untuk Timur Tengah dan Afrika Utara. Perjalanan berakhir tanpa mencapai "resolusi konkret terhadap berbagai masalah," termasuk gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan sandera yang ditawan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, demikian dilaporkan oleh CNN, mengutip seorang pejabat AS.Ketika berada di Israel pada Kamis (31/10), Hochstein dan McGurk bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, serta para pejabat senior Israel lainnya, ujar pejabat yang menjadi narasumber itu. Dia menggambarkan pembicaraan tersebut bersifat "substantif" dan "konstruktif."Fokus utama dari pertemuan itu adalah mengamankan gencatan senjata di Lebanon dan meminta Hamas membebaskan para sandera tanpa penundaan, ungkap narasumber, seraya menambahkan bahwa Hochstein dan McGurk "tidak akan merundingkan kedua isu itu secara terbuka."Hochstein mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Jumat bahwa laporan yang menyebutkan AS meminta Lebanon untuk mendeklarasikan gencatan senjata sepihak dengan Israel adalah "palsu."Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada wartawan dalam sebuah jumpa pers pada Kamis bahwa "kemajuan yang bagus" telah dicapai sehubungan dengan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang menurutnya "akan menjadi dasar resolusi diplomatik" bagi konflik di Lebanon."Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Menlu AS Blinken.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia operasikan tiga kapal perang baru untuk angkatan lautnya
Indonesia
•
28 Dec 2023

PM Denmark kecam ‘sekutu terdekat’ dalam pidato tahun baru di tengah ketegangan baru di Greenland
Indonesia
•
03 Jan 2026

Warga Gaza akhirnya dapatkan makanan dan bahan bakar berkat gencatan senjata sementara
Indonesia
•
27 Nov 2023

Arab Saudi-Qatar buka perbatasan udara, darat dan laut
Indonesia
•
05 Jan 2021


Berita Terbaru

Laporan NYT sebut Iran sebar ranjau di Selat Hormuz, Teheran bantah
Indonesia
•
13 Mar 2026

Kanada akan bangun angkatan bersenjata di Arktik
Indonesia
•
13 Mar 2026

Lebanon sebut korban tewas akibat serangan Israel capai 773 jiwa sejak 2 Maret, termasuk 103 anak-anak
Indonesia
•
14 Mar 2026

Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon naik jadi 634 jiwa, pengungsi capai 816.000 orang
Indonesia
•
12 Mar 2026
