
Studi: Reforestasi di China berhasil perluas habitat 73,6 persen spesies burung hutan

Foto dari udara yang diabadikan dengan 'drone' pada 5 November 2025 ini menunjukkan pemandangan musim gugur di sebuah taman hutan di wilayah Changxing, Kota Huzhou, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Tan Yunfeng)
Upaya restorasi hutan di China terhadap keanekaragaman hayati berhasil meningkatkan luas hutan bersih sekitar 21.800 kilometer persegi, serta memperluas habitat 73,6 persen spesies burung di hutan-hutan negara tersebut.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sekelompok pakar ekologi China baru-baru ini menilai dampak keseluruhan upaya restorasi hutan di negara tersebut terhadap keanekaragaman hayati, dan menemukan bahwa upaya ini berhasil memperluas habitat 73,6 persen spesies burung di hutan-hutan negara tersebut, seperti dilaporkan China Science Daily pada Jumat (5/12).Sebagai pemimpin global dalam restorasi hutan, China telah berhasil membalikkan tren degradasi hutan dalam dua dasawarsa terakhir melalui proyek-proyek ekologi berskala besar, seperti proyek perlindungan hutan alam dan Grain for Green Program, yang berhasil mencatatkan kenaikan bersih luas hutan sekitar 21.800 kilometer persegi. Meski begitu, manfaat restorasi hutan bagi keanekaragaman hayati terus menjadi fokus utama komunitas ilmiah.Wang Bin, dari China West Normal University, bekerja sama dengan para peneliti dari berbagai institusi lain untuk melakukan studi guna menilai dampak positif restorasi hutan terhadap keanekaragaman hayati pada skala nasional selama periode 2000 hingga 2020.Dengan menggunakan 402 spesies burung hutan nonmigran sebagai spesies indikator, dan mengintegrasikan data penginderaan jarak jauh dengan catatan pengamatan dari penduduk, mereka menggunakan metode pemodelan ceruk ekologi untuk mengontrol efek gabungan dari perubahan iklim. Pendekatan ini secara tepat mengungkapkan efek positif dari restorasi hutan terhadap habitat burung, menurut studi yang dipublikasikan di Nature Communications itu.Studi tersebut menemukan bahwa restorasi hutan tidak hanya tercermin dalam perluasan area, tetapi yang lebih penting adalah peningkatan komprehensif indikator kualitas seperti cakupan kanopi, ketinggian, konektivitas, dan kompleksitas struktural. Perbaikan struktural ini menyediakan habitat yang lebih sesuai bagi burung-burung.Hampir tiga perempat spesies burung mengalami perluasan habitat yang signifikan selama periode yang diteliti, dengan manfaat yang paling terlihat pada spesies yang memiliki ceruk ekologi lebih luas. Selain itu, restorasi hutan, hingga tingkat tertentu, juga membantu mengurangi hilangnya habitat yang disebabkan oleh perubahan iklim.Studi ini juga menunjukkan bahwa hutan alami maupun hutan yang ditanam sama-sama efektif dalam restorasi keanekaragaman hayati, dengan tutupan pohon dan kompleksitas struktur kanopi menjadi faktor utama yang mendorong keberhasilan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sampel eksperimen ilmiah dari stasiun luar angkasa China tiba di Bumi
Indonesia
•
06 Dec 2022

Wahana pendarat AS terus hasilkan tenaga surya di Bulan
Indonesia
•
29 Feb 2024

COVID-19 – Sepertiga mantan penderita alami kesehatan mental
Indonesia
•
12 Apr 2021

Mata Air Gurun di China capai tingkat air tertinggi dalam 20 tahun
Indonesia
•
03 Aug 2025


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
