
Perusahaan China kembangkan baterai nuklir ‘ultra-longevity’

Foto dari narasumber ini menunjukkan prototipe baterai nuklir karbon-14 (C-14) dengan masa pakai sangat tahan lama (ultra-longevity), yang diberi nama Zhulong-1, di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 12 Maret 2025. (Xinhua)
Baterai nuklir C-14 dapat beroperasi secara stabil dalam kisaran suhu dari minus 100 derajat Celsius hingga 200 derajat Celsius, dengan densitas energi 10 kali lebih tinggi daripada baterai litium-ion komersial dan laju degradasi kurang dari 5 persen selama masa pakai yang dirancang hingga 50 tahun.
Nanjing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam langkah terbaru menuju teknologi energi bersih, sebuah perusahaan China mengatakan pihaknya berhasil mengembangkan prototipe baterai nuklir karbon-14 (C-14) dengan masa pakai sangat tahan lama (ultra-longevity), yang diberi nama Zhulong-1, menorehkan kemajuan dalam mewujudkan inovasi baterai mikro-nuklir.Wuxi Beita Pharmatech Co., Ltd., yang berlokasi di Provinsi Jiangsu, China timur, mengatakan bahwa pencapaian ini diraih melalui kerja sama dengan Northwest Normal University di Provinsi Gansu, China barat laut.Baterai nuklir mengubah energi peluruhan radioaktif menjadi listrik, yang secara mendasar berbeda dari baterai kimia konvensional. Wuxi Beita membangun sistem rantai industri C-14 yang menyeluruh, yang mencakup produk pelabelan dan teknologi pelabelan C-14, sehingga membangun fondasi bagi pengembangan Zhulong-1, papar perusahaan tersebut.Zhang Guanghui, pimpinan teknologi dalam proyek baterai itu dan yang berasal dari Northwest Normal University, pada Rabu (12/3) mengatakan kepada Xinhua inovasi inti dari Zhulong-1 terletak pada penggunaan C-14, sebuah isotop radioaktif dengan waktu paruh 5.730 tahun, yang dipasangkan dengan semikonduktor silikon-karbida (SiC) untuk menghasilkan daya. Saat meluruh, C-14 memancarkan partikel beta yang berinteraksi dengan semikonduktor, sehingga menghasilkan aliran elektron yang stabil.Pendekatan ini mengatasi berbagai tantangan teknis utama, termasuk penyiapan sumber C-14 dengan aktivitas spesifik tinggi, efisiensi konversi energi yang rendah, dan stabilitas perangkat transduser, kata Zhang.Dalam demonstrasi langsung di laboratorium Wuxi Beita, sebuah LED bertenaga Zhulong-1 beroperasi dengan sempurna selama hampir empat bulan, menghasilkan lebih dari 35.000 kilatan cahaya. Para peneliti lebih lanjut memvalidasi kegunaannya dengan mengintegrasikan baterai itu ke cip Bluetooth, yang berhasil mentransmisikan dan menerima sinyal nirkabel.
Foto dari narasumber ini menunjukkan staf yang sedang bekerja di Wuxi Beita Pharmatech Co., Ltd. di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 12 Maret 2025. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies serangga baru ditemukan di lahan basah perkotaan di China selatan
Indonesia
•
18 Feb 2025

Roket pengangkut Long March-8A rampungkan penerbangan perdana
Indonesia
•
14 Feb 2025

Pusat cuaca antariksa China ramalkan badai geomagnetik kuat bakal hantam Bumi
Indonesia
•
11 Oct 2024

COVID-19 – Ilmuwan kaitkan penularan COVID-19 dan genetika
Indonesia
•
01 Jul 2020


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
