Umroh tahap pertama dibuka bagi 6.000 jamaah per hari

Umroh tahap pertama dibuka bagi 6.000 jamaah per hari
Jamaah haji menunaikan ritual thawaf (mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran) pada musim haji 1441 Hijriah/2020. (Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi/Kementerian Media Arab Saudi)

Jakarta (Indonesia Window) – Dalam wawancara dengan program Al-Rased TV Nasional Saudi, Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Muhammad Saleh Benten menyatakan bahwa tahap pertama pembukaan kembali umroh yang dimulai pada 4 Oktober memungkinkan 6.000 jamaah setiap hari dan akan dibagi menjadi 12 kelompok selama 24 jam.

Langkah tersebut diambil guna menjaga jarak sosial dengan bantuan pihak berwenang guna memastikan bahwa mereka menerima palayanan yang sama yang diberikan kepada jamaah haji pada musim yang lalu, kata menteri, menurut laporan Arab News.

“Kami juga menetapkan kelompok jamaah berusia antara 18-65 tahun. Mereka yang mampu bisa menggunakan kursi roda saat menunaik thawaf dan sa’i. Gerakan jamaah saat menunaikan thawaf (mengelilingi Ka’bah tujuh kali) akan konsisten dengan kecepatan dan aliran yang sama,” kata menteri.

Menteri mengatakan bahwa jamaah akan memiliki jangka waktu tertentu untuk melakukan seluruh ritual.

Jamaah umroh yang akan tiba dari luar Makkah, yang memesan hotel dan tempat tinggal, akan diminta untuk bertemu di check point 15 menit sebelum jadwal keberangkatan mereka ke Masjidil Haram di mana mereka akan bertemu dengan pemandu dan tenaga kesehatan.

“Mereka akan melakukan ritual di periode waktu yang sangat spesifik dalam slot waktu yang mereka pesan,” jelasn Menteri Benten.

Anak-anak akan diizinkan untuk menemani orang tua mereka selama mereka ditambahkan sebagai tanggungan dalam aplikasi Tawakkalna. Pengguna juga dapat menambah tanggungan untuk menemani mereka menunaikan umroh.

Mobil tidak akan diizinkan untuk parkir di dalam zona pusat di sekitar Masjidil Haram dengan pengecualian bagi mereka yang tinggal di area tersebut.

Para jamaah yang datang dengan mobil tanpa memesan hotel akan dapat menemani kelompok yang ditunjuk, yang ditetapkan di slot waktu pilihan dengan janji temu di pos pemeriksaan dan akan diangkut dengan bus.

Peziarah yang datang dari luar negeri akan diizinkan memasuki kerajaan pada tahap ketiga dari rencana tersebut.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi akan menentukan negara mana saja yang akan dibolehkan masuk ke kerajaan.

“Jamaah yang datang dari luar negeri akan mendapat perlakuan yang sama dengan warga Arab Saudi. Mereka akan dapat memesan slot waktu dengan baik dan tiba dengan mengetahui sepenuhnya bahwa mereka akan dilayani sejak dari kedatangan hingga keberangkatan,” kata Menteri Benten.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here