Umroh pada pembukaan tahap pertama hanya tiga jam per jamaah

Umroh pada pembukaan tahap pertama hanya tiga jam per jamaah
Jamaah haji menunaikan ritual thawaf (mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran) pada musim haji 1441 Hijriah/2020. (Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi/Kementerian Media Arab Saudi)

Jakarta (Indonesia Window) – Pada pembukaan kembali umroh tahap pertama, setiap jamaah hanya punya waktu selama tiga jam untuk menunaikan seluruh ritual, dimulai dan diakhiri di area triase di sekitar Makkah, menurut sumber Arab News.

Tahap pertama dijadwalkan mulai pada 4 Oktober dan akan dioperasikan melalui aplikasi I’tamarna.

Area triase di sekitar kota suci memungkinkan 6.000 jamaah menunaikan umroh setiap hari pada enam waktu yang berbeda.

Setiap kelompok berisi 1.000 jamaah diberi waktu tiga jam untuk menunaikan ibadah.

Ahmed Bajaiffer, seorang investor di perusahaan umroh, mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk melanjutkan layanan umroh setelah penangguhan menyusul pandemik COVID-19.

Sementara itu, Ahmed Saleh Halabi, seorang jurnalis dan penulis yang berspesialisasi dalam layanan haji dan umroh, mengatakan keputusan untuk membuka kembali umroh menekankan kepedulian kepemimpinan Arab Saudi untuk memastikan umroh berjalan aman dan sejalan dengan tindakan pencegahan.

“Pembukaan umroh secara bertahap dapat membantu mengurangi kerugian finansial pada perusahaan dan institusi umroh,” katanya kepada Arab News.

Halabi mengutip pernyataan menteri haji dan umroh yang mengatakan ada lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional yang dapat menangani layanan umroh yang disediakan bagi jamaah.

Pada tahap pertama, warga negara dan ekspatriat dari dalam kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umroh dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober, sementara mereka yang berasal dari luar Arab Saudi dibolehkan masuk mulai 1 November.

Sejak Maret tahun ini, Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara umroh dan kunjungan ke Masjid Suci sebagai bagian dari tindakan pencegahan setelah merebaknya pandemik COVID-19.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here