Proyek aplikasi di stasiun luar angkasa China hasilkan pencapaian bermanfaat

Para mahasiswa menghadiri kuliah langsung keempat dari rangkaian 'Kelas Tiangong' di Universitas Beihang di Beijing, ibu kota China, pada 21 September 2023. Kuliah langsung keempat dari stasiun luar angkasa China disampaikan oleh taikonaut Shenzhou-16 Jing Haipeng, Zhu Yangzhu, dan Gui Haichao kepada para mahasiswa di Bumi. (Xinhua/Ju Huanzong)
Uji teknologi berskala besar di stasiun luar angkasa China sangat memajukan ilmu pengetahuan luar angkasa, teknologi luar angkasa, dan aplikasi luar angkasa, serta mendorong kemajuan teknologi di industri terkait.
Jiuquan, China (Xinhua) – China telah melakukan lebih dari 130 penelitian ilmiah dan proyek aplikasi di stasiun luar angkasanya yang sedang mengorbit, dan menghasilkan sejumlah pencapaian yang bermanfaat, demikian diumumkan Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (24/4).Lebih dari 300 sampel eksperimen ilmiah telah dibawa kembali dari luar angkasa melalui misi-misi berawak dalam lima batch, kata Lin Xiqiang, wakil direktur CMSA.Lebih dari 500 lembaga penelitian ilmiah dari dalam maupun luar negeri telah berpartisipasi pada proyek-proyek ini, mencapai hasil yang penting dalam ilmu hayati (life science) luar angkasa, kedokteran luar angkasa, ilmu material luar angkasa, dan fisika fluida mikrogravitasi dengan lebih dari 280 makalah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional kelas satu, ujar Lin.Eksperimen luar angkasa dan penelitian ilmiah yang dilakukan dengan sampel-sampel yang dibawa pulang ini terus mencapai hasil baru dan akan menghasilkan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi dan ekonomi yang lebih penting melalui promosi, transformasi, dan aplikasi, ungkap Lin.Dalam proyek material baru yang dilakukan dengan kabinet eksperimen ilmiah bersuhu tinggi, para peneliti untuk pertama kalinya memperoleh material kristal berkualitas tinggi di luar angkasa, yang sulit didapatkan di Bumi. Hal ini penting untuk persiapan semikonduktor multivarian berkinerja tinggi.Para peneliti juga menggunakan kabinet eksperimental bioteknologi untuk melakukan penelitian biologi dasar pada osteosit manusia. Hasilnya telah memberikan solusi baru untuk pencegahan dan pengobatan penyakit tulang termasuk patah tulang dan perbaikan cedera tulang belakang, atrofi otot, dan penyakit metabolik.Dengan menggunakan kabinet uji dasar teknologi luar angkasa, para peneliti melakukan uji konversi termoelektrik Stirling di orbit untuk pertama kalinya bagi negara tersebut, dengan indikator teknis komprehensif seperti efisiensi konversi termoelektrik hingga level tinggi internasional. Itu akan menjadi landasan yang baik untuk penerapan sistem listrik antariksa baru di masa depan.Para peneliti juga telah melakukan eksperimen medis luar angkasa, yang menghasilkan sejumlah inovasi penting.Eksperimen ilmu pengetahuan luar angkasa dan uji teknologi berskala besar di stasiun luar angkasa China akan sangat memajukan ilmu pengetahuan luar angkasa, teknologi luar angkasa, dan aplikasi luar angkasa, serta mendorong kemajuan teknologi di industri terkait, tutur Lin.Di masa depan, China akan terus memanfaatkan sepenuhnya keunggulan laboratorium luar angkasa nasional dan memberikan hasil yang lebih baik, tambahnya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Pasien diabetes terinfeksi virus 10 kali lebih sering
Indonesia
•
27 Oct 2020

Studi ungkap penyebab pergeseran garis batas pohon akibat pemanasan global
Indonesia
•
19 Jul 2023

Misi Juno NASA dapati Jupiter lebih kecil dan pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
05 Feb 2026

China rampungkan pengeboran sumur vertikal terdalam di Asia
Indonesia
•
22 Feb 2025
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
