Turki akan luncurkan serangan militer terhadap Pasukan Demokratik Suriah

Turki akan luncurkan serangan militer terhadap Pasukan Demokratik Suriah
Bangunan hancur akibat serangan bom di sebuah daerah di Suriah. (UNICEF)

Jakarta (Indonesia Window) – Presiden Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan melakukan “operasi militer darat dan udara” di sebelah timur sungai Eufrat sehingga mendorong Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS untuk mempertahankan wilayahnya.

Pernyataan Erdogan tersebut adalah indikasi paling terang-terangan tentang serangan sepihak ke negara yang dilanda perang itu sejak Ankara dan Washington memutuskan untuk mendirikan “zona aman” di sana, lapor Al Jazeera yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Operasi yang bertujuan membersihkan kelompok-kelompok yang oleh Turki dianggap sebagai “teroris” dari wilayah perbatasan itu akan dimulai paling cepat Sabtu atau Ahad, kata Erdogan ketika berbicara pada pembukaan kamp tahunan Partai AK-nya pada Sabtu, menurut kantor berita Reuters.

“Kami akan melakukan (operasi) ini di darat dan di udara,” kata Erdogan.

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Erdogan mengatakan Ankara tidak punya pilihan selain bertindak sendiri dalam membentuk “zona aman” di sepanjang perbatasannya dengan Suriah timur laut karena Amerika Serikat “terlalu lama untuk bertindak”.

Para sekutu NATO sepakat untuk menetapkan zona di perbatasan Suriah pada 7 Agustus. Meskipun memulai patroli bersama di sepanjang perbatasan pada September, Turki dan AS berselisih mengenai beberapa rincian rencana.

Kedua negara telah sepakat tentang seberapa jauh zona itu harus diperluas, siapa yang harus mengendalikannya dan kelompok apa yang harus dibersihkan dari daerah tersebut.

Turki mengatakan zona itu harus membentang 30 kilometer (19 mil) ke Suriah dan dibersihkan dari anggota Satuan Perlindungan Rakyat (YPG), sebuah milisi Kurdi yang beroperasi di Suriah yang Turki anggap sebagai “organisasi teroris”.

Washington mendukung SDF yang dipimpin oleh YPG dan merupakan kunci dalam mengalahkan pemberontak Negara Islam Irak dan Levant (ISIL atau ISIS) di Suriah.

Turki yang saat ini menampung 3,6 juta pengungsi Suriah juga mengatakan ingin menempatkan 2 juta pengungsi di “zona aman” tersebut.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here