
Tulus atau munafik? Netanyahu kecam kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melambaikan tangan setelah menyampaikan pidato dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) ke-80 di Markas Besar PBB di New York City pada 26 September 2025. (Xinhua/Li Rui)
Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (29/8) mengeluarkan kecaman langka atas kekerasan yang dilakukan pemukim di Tepi Barat.
Dia menyebut serangan di desa Qusra dan Jalud di Palestina sebagai aksi "kriminal" dan mendesak pihak berwenang untuk menangkap orang-orang yang bertanggung jawab.
"Saya mengecam keras tindakan kekerasan kriminal yang dilakukan di desa Qusra dan Jalud," kata Netanyahu dalam pernyataannya, seraya menyebut para penyerang sebagai "segelintir perusuh yang melanggar hukum."
Netanyahu mengatakan serangan-serangan tersebut "merusak posisi internasional Israel" dan mengganggu operasi militer di Tepi Barat.
Kecaman tersebut disampaikan setelah sejumlah warga Palestina dilaporkan terluka pada Sabtu dalam serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel di berbagai wilayah Tepi Barat.
Menurut laporan, puluhan pemukim Israel yang mengenakan penutup wajah menyerbu Qusra dan melukai sejumlah warga Palestina dalam gelombang terbaru kekerasan yang dilakukan pemukim.
Di Jalud yang terletak tak jauh dari Qusra, para pemukim menyerang sebuah keluarga Palestina dan sejumlah jurnalis asing, merusak kendaraan mereka serta melakukan kekerasan fisik terhadap anggota kru, menurut aktivis Bashar al-Qaryouti.
Menurut sumber-sumber Palestina dan Israel, lebih dari setengah juta pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, yang diduduki Israel pada 1967, bersama sekitar 3,4 juta warga Palestina.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mencatat lebih dari 1.330 serangan yang dilakukan pemukim dan menyebabkan korban di pihak Palestina atau kerusakan properti di Tepi Barat yang diduduki sejak awal 2026 hingga akhir Juli, dengan rata-rata lebih dari enam insiden per hari.
Menurut Komisi Nasional untuk Menolak Tembok dan Permukiman (Commission Against the Wall and Settlements) yang berada di bawah naungan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestinian Liberation Organization/PLO), pasukan dan pemukim Israel melakukan 2.256 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat pada Juli saja.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 - Pandemik bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah kekinian
Indonesia
•
12 Aug 2020

PM Slovakia kritis usai tertembak
Indonesia
•
17 May 2024

Rusia konfirmasi perpanjangan kesepakatan ekspor biji-bijian Laut Hitam selama 2 bulan
Indonesia
•
19 May 2023

Dewan Keamanan PBB adopsi resolusi terkait serangan Houthi di Laut Merah
Indonesia
•
11 Jan 2024


Berita Terbaru

Khamenei serukan dunia Muslim bersatu: Kenali musuh, pahami siasatnya, lawan!
Indonesia
•
31 Aug 2026

Gletser di 5.200 meter runtuh, longsoran menghantam Xizang di China sejauh 22 km
Indonesia
•
31 Aug 2026

1.734 titik panas terdeteksi di Kalimantan, kabut asap kini selimuti Brunei
Indonesia
•
31 Aug 2026

Danau bendungan di Gyirong China barat daya surut, 19.000 meter persegi air hilang dalam 4 jam
Indonesia
•
31 Aug 2026
