
Danau bendungan di Gyirong China barat daya surut, 19.000 meter persegi air hilang dalam 4 jam

Tim penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi yang dilanda tanah longsor di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 30 Agustus 2026. (Xinhua/Jigme Dorje)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Danau bendungan (barrier lake) di atas Pelabuhan Gyirong yang dilanda bencana tanah longsor di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada dasarnya telah surut, sehingga sungai kembali mengalir lancar, demikian disampaikan Kementerian Sumber Daya Air China pada Ahad (30/8), mengutip rekaman drone dan gambar panorama yang diabadikan pada pagi hari serta laporan dari tim tanggap darurat.
Danau bendungan alami itu terbentuk akibat rangkaian tanah longsor yang bergerak cepat dan menghantam Pelabuhan Gyirong di perbatasan China-Nepal. Tanah longsor tersebut, yang dipicu oleh runtuhnya gletser di ketinggian di sisi Nepal, telah menyebabkan banyak korban jiwa dan mengakibatkan banyak orang hilang.
Kementerian itu mengatakan sebuah kawah tumbukan di hulu danau bendungan masih perlu diperhatikan.
Terletak sekitar 5,6 kilometer di hulu pada ketinggian sekitar 3.700 meter, kawah tersebut kira-kira 800 meter lebih tinggi daripada danau bendungan tersebut.
Pada Ahad pukul 11.23 pagi waktu setempat, luas permukaan air di kawah itu mencapai sekitar 108.000 meter persegi, turun 19.000 meter persegi dari pukul 07.00 pagi, dengan volume tampungan sekitar 1,4 juta meter kubik.
Air terus mengalir keluar sekitar 180 meter di hilir bendungan kawah tersebut, dan tiga area genangan air dalam radius 2,5 kilometer di hilir memiliki luas permukaan gabungan kurang dari 70.000 meter persegi.
Kawah dan tiga area genangan air di hilir itu masih menimbulkan risiko bahaya dan memerlukan pemantauan secara berkelanjutan, kata kementerian tersebut.
Sebuah danau bendungan baru terbentuk pada Sabtu (29/8) sekitar 2,8 kilometer di hilir danau sebelumnya setelah terjadi tanah longsor di sisi Nepal.
Bendungan tersebut telah jebol akibat aliran air dari hulu, sehingga sungai kembali mengalir lancar, menurut rekaman drone dan gambar panorama.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Gajah mati karena makan sampah plastik di Sri Lanka
Indonesia
•
05 Feb 2022

Sejumlah tokoh Amerika Latin sebut kendali Panama atas Terusan Panama tidak dapat diganggu gugat
Indonesia
•
09 Jan 2025

Netanyahu ragu soal kesepakatan pembebasan sandera, bersumpah pertahankan kehadiran Israel di Gaza
Indonesia
•
21 Aug 2024

Biden sahkan RUU Tanggung Jawab Fiskal 2023 jadi UU untuk naikkan batas utang AS
Indonesia
•
05 Jun 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
