Trump sebut serangan AS ke Iran bisa berlangsung 4 sampai 5 pekan

Orang-orang berdiri di dekat bangunan yang rusak di sebuah sekolah dasar khusus putri yang menjadi sasaran serangan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Mehr News Agency)

Kampanye militer AS terhadap Iran bisa berlangsung jauh lebih lama dari empat hingga lima pekan yang diperkirakan Trump sebelumnya.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (2/3) menyampaikan bahwa kampanye militer AS terhadap Iran memiliki "kapasitas untuk berlangsung jauh lebih lama" dari empat hingga lima pekan yang dia proyeksikan dalam sesi wawancara media sehari sebelumnya.

"Kami memiliki kapasitas untuk melangsungkannya jauh lebih lama dari hal itu. Kami akan melakukannya," ujar Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, merujuk pada pernyataan sang presiden sebelumnya yang menyebut serangan itu kemungkinan berlangsung selama empat hingga lima pekan.

"Saya tidak merasa bosan. Tidak ada yang membosankan terkait hal ini," tutur Trump di tengah peperangan di seluruh kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Trump menyampaikan kepada New York Post bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan darat AS ke Iran "jika hal itu diperlukan."

Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diselenggarakan pada Sabtu (28/2) dan Ahad (1/3) menunjukkan bahwa sekitar 43 persen warga AS tidak menyetujui serangan itu, sementara hanya 27 persen yang menyatakan setuju.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait