Inggris tidak akan ikut dalam blokade Selat Hormuz

Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini memperlihatkan kapal tanker minyak Inggris 'Stena Impero' di dekat Selat Hormuz, Iran. (Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Inggris tidak akan terlibat dalam blokade Selat Hormuz, seperti dilaporkan media Inggris pada Ahad (12/4).

Laporan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade kapal yang berusaha masuk atau keluar dari selat tersebut, setelah perundingan damai dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

"Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung perekonomian global serta biaya hidup di dalam negeri," kata juru bicara (jubir) pemerintah Inggris seperti dikutip Sky News.

"Kami segera bekerja sama dengan Prancis dan mitra-mitra lainnya untuk membentuk sebuah koalisi yang luas guna melindungi kebebasan navigasi," tambah jubir itu.

Berbicara kepada Fox News, Trump mengatakan, "banyak negara akan membantu kami" terkait selat tersebut, seraya menambahkan bahwa Inggris dan negara-negara lain mengirimkan kapal pembersih ranjau.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said mendesak AS dan Iran untuk "mencari jalan keluar" dalam sebuah pembicaraan telepon pada Ahad.

Saat membahas pembicaraan AS-Iran pada akhir pekan, kedua pemimpin sepakat bahwa kelanjutan gencatan senjata sangat penting, dan semua pihak harus menghindari eskalasi lebih lanjut, menurut sebuah pernyataan resmi dari Downing Street. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait