
AS tangguhkan ‘Project Freedom’ di Selat Hormuz

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)
Project Freedom, yakni operasi militer AS yang bertujuan untuk mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz, akan ditangguhkan guna melihat apakah kesepakatan damai antara Washington dan Teheran dapat dicapai.
Islamabad, Pakistan (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (6/5) menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menunda Project Freedom di Selat Hormuz, dan menyebut langkah tersebut sebagai perkembangan positif untuk meredakan ketegangan regional.
Dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X, sang PM menyebutkan bahwa tanggapan Presiden AS Donald Trump terhadap permintaan yang diajukan oleh Pakistan dan negara-negara lain, termasuk Arab Saudi, akan sangat membantu dalam memajukan perdamaian, stabilitas, dan rekonsiliasi regional selama periode yang sensitif ini.
Dia menuturkan bahwa Pakistan tetap berkomitmen kuat untuk mendorong sikap menahan diri dan menyelesaikan konflik melalui dialog serta diplomasi, sembari menekankan bahwa keterlibatan damai tetap menjadi hal yang esensial bagi stabilitas jangka panjang.
"Kami sangat berharap bahwa momentum saat ini akan mengarah pada kesepakatan yang menjamin perdamaian dan stabilitas berkelanjutan bagi kawasan tersebut dan sekitarnya," ujarnya.
Sebelumnya pada Selasa (5/5), Trump mengatakan bahwa Project Freedom, yakni operasi militer AS yang bertujuan untuk mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz, akan ditangguhkan guna melihat apakah kesepakatan damai antara Washington dan Teheran dapat dicapai.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jajak pendapat tunjukkan 59 persen warga AS tidak setujui serangan terhadap Iran
Indonesia
•
03 Mar 2026

Menlu Australia sebut 115.000 warganya terjebak di Timur Tengah
Indonesia
•
02 Mar 2026

Rusia denda Google 3,9 miliar rupiah karena langgar aturan data
Indonesia
•
17 Jun 2022

Pengadilan UE tolak banding akhir Apple perihal kewajiban pajak senilai 13 miliar euro kepada Irlandia
Indonesia
•
12 Sep 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
