Trump sebut AS "belum siap" akhiri konflik dengan Iran

Para pekerja minyak Iran terlihat di Pulau Kharg di Teluk Persia, Iran selatan, pada 23 Februari 2016. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)

Washington berencana menguasai Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, serta menargetkan berbagai fasilitas bawah tanah di Isfahan yang diyakini menyimpan sebagian besar material nuklirnya, operasi darat AS atau Israel kemungkinan akan diperlukan.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (17/3) mengatakan Washington "belum siap" mengakhiri konflik dengan Iran, yang kini memasuki pekan ketiga.

"Saat ini, kami belum siap menyudahi (konflik), tetapi kami akan segera mengakhirinya dalam waktu dekat," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.

Ketika ditanya apakah Gedung Putih memiliki rencana "selanjutnya" untuk konflik dengan Iran, Trump tidak memberikan penjelasan apa pun, seraya mengulang klaimnya bahwa Iran telah "hancur dari segala aspek" sejak AS dan Israel memulai serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran membutuhkan waktu satu dekade untuk membangun kembali, katanya.

Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa jika dia mengerahkan pasukan darat AS ke Iran, dirinya tidak khawatir hal itu akan berubah menjadi "Vietnam lainnya" bagi AS.

Para analis setempat mengatakan jika Washington berencana menguasai Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, serta menargetkan berbagai fasilitas bawah tanah di Isfahan yang diyakini menyimpan sebagian besar material nuklirnya, operasi darat AS atau Israel kemungkinan akan diperlukan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait