
Trump naikkan untuk produk Korsel dari 15 jadi 25 persen

Orang-orang berbelanja di supermarket di Goyang, Korea Selatan, pada 9 Juli 2022. (Xinhua/Wang Yiliang)
AS akan menaikkan tarif dari 15 persen menjadi 25 persen terhadap sejumlah barang asal Korea Selatan, menuding badan legislatif Korsel belum mengesahkan perjanjian perdagangan bilateral dengan AS.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (26/1) menyampaikan bahwa dirinya akan menaikkan tarif dari 15 persen menjadi 25 persen terhadap sejumlah barang asal Korea Selatan (Korsel), menuding badan legislatif Korsel belum mengesahkan perjanjian perdagangan bilateral dengan AS.
"Mengingat badan legislatif Korsel belum mengesahkan Perjanjian Perdagangan Bersejarah kami, yang merupakan hak prerogatif mereka, dengan ini saya menaikkan TARIF terhadap produk Otomotif, Kayu, dan Farmasi asal Korsel, serta seluruh TARIF Resiprokal lainnya, dari 15 persen menjadi 25 persen," ujar Trump di media sosial.
"Badan Legislatif Korsel tidak memenuhi Kesepakatannya dengan AS," tutur Trump. "Presiden Lee dan saya telah mencapai Kesepakatan Besar bagi kedua Negara pada 30 Juli 2025, dan kami menegaskan kembali ketentuan-ketentuan tersebut saat saya berada di Korea pada 29 Oktober 2025."
Menurut perjanjian yang telah difinalisasi oleh Trump dan Presiden Korsel Lee Jae Myung pada Oktober 2025 lalu, AS akan memberlakukan tarif menyeluruh sebesar 15 persen terhadap impor dari Korsel, 10 poin persentase lebih rendah dibandingkan tingkat tarif yang sebelumnya pernah diancamkan oleh Trump. Sebagai imbalannya, Korsel sepakat akan menginvestasikan 350 miliar dolar AS di AS.
*1 dolar AS = 16.779 rupiah
Korsel merupakan mitra dagang penting bagi AS, yang telah mengimpor barang senilai 100 miliar dolar AS lebih dari negara itu ke AS dalam beberapa tahun terakhir.
Kantor kepresidenan Korsel menuturkan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari Washington terkait kenaikan tarif terbaru tersebut, dan menteri perdagangan Korsel akan mengunjungi AS guna membahas masalah itu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Singapura naikkan tarif listrik dan gas 17 persen, konflik Timur Tengah jadi pemicu
Indonesia
•
30 Jun 2026

Utang luar negeri Indonesia Februari 2025 menurun
Indonesia
•
20 Apr 2025

Ekonomi makin tak menentu, permintaan emas dunia pecahkan rekor
Indonesia
•
30 Jan 2026

China gelontorkan 75 miliar dolar AS untuk infrastruktur dalam negeri
Indonesia
•
05 Jul 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
