
Trump hentikan pembicaraan dengan Iran, masa depan negosiasi Washington-Teheran makin tak pasti

Foto yang diabadikan pada 7 Juni 2026 ini menunjukkan sebuah rambu berhenti dengan latar belakang gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Li Rui)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (18/8) menginstruksikan para utusan utamanya untuk menghentikan pembicaraan dengan Iran, demikian menurut laporan CNN, mengutip pernyataan sejumlah pejabat AS.
Trump mengatakan kepada tim negosiasinya, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance serta utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk tidak menjalin kontak dengan Teheran, terlepas dari apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai "diskusi positif" dengan Iran, kata laporan CNN tersebut.
Mengisyaratkan kesiapannya untuk menjauh dari konflik tersebut, Trump merasa tidak puas dengan keengganan Teheran untuk tunduk pada tuntutannya, ungkap laporan CNN tersebut.
Laporan itu menambahkan bahwa Trump ingin menunggu hingga para pemimpin Iran menunjukkan kesediaan baru untuk mencapai kesepakatan yang dia kehendaki sebelum kembali berunding.
Gedung Putih sedang mengubah strategi untuk "mencekik" Iran secara perlahan alih-alih melancarkan serangan lebih lanjut, lapor CNN, mengutip pernyataan seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis (13/8) menyampaikan bahwa AS akan memberlakukan tindakan terhadap Iran yang "belum pernah diterapkan sebelumnya," dan Washington sedang mengintensifkan kampanye keuangan terhadap Teheran.
Bessent menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS menargetkan "rekening bank, dompet kripto, aset-aset (Iran) di seluruh dunia, (sehingga) memutus aliran dana yang masuk ke kepemimpinan rezim dan pemerintah Iran sendiri."
Kendati sebelumnya berulang kali ditegaskan bahwa perundingan berjalan lancar, Trump pada Selasa mengumumkan melalui media sosial bahwa "tidak ada perundingan atau pembicaraan yang sedang berlangsung, atau yang dijadwalkan" dengan Iran.
"Blokade Laut tetap diberlakukan sepenuhnya," imbuh Trump, seraya mengeklaim bahwa Selat Hormuz "terbuka dan beroperasi" dan "seluruh ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan." Pernyataan Trump itu bertentangan dengan sejumlah laporan yang menyebut bahwa lalu lintas di jalur air energi global tersebut masih merosot tajam.
AS dan Iran masih berselisih tentang Selat Hormuz dan persyaratan mengakhiri konflik.
Masa depan pembicaraan antara kedua negara diselimuti ketidakpastian setelah periode negosiasi selama 60 hari, yang ditetapkan berdasarkan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), telah berakhir pada Senin (17/8).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kementerian Saudi: Sholat Jumat tak wajib bagi yang tunaikan sholat Ied
Indonesia
•
17 Apr 2023

Diduga aniaya tahanan Palestina, sejumlah tentara Israel ditangkap
Indonesia
•
30 Jul 2024

Rusia operasikan tiga kapal perang baru untuk angkatan lautnya
Indonesia
•
28 Dec 2023

AS-Jepang luncurkan dialog ekonomi untuk lawan China dan Rusia
Indonesia
•
30 Jul 2022


Berita Terbaru

Rekor kelam pekerja kemanusiaan: 907 tewas, terluka, atau diculik pada 2025
Indonesia
•
20 Aug 2026

40.000 warga Palestina terjebak jam malam Israel di Tepi Barat, akses kebutuhan harian dibatasi
Indonesia
•
20 Aug 2026

Trump deklarasikan “perang ekonomi” terhadap Iran, ancaman besar menanti negara yang membantu
Indonesia
•
20 Aug 2026

PBB peringatkan situasi Tepi Barat makin memburuk, warga Palestina kian terjepit
Indonesia
•
19 Aug 2026
