Perundingan Iran-AS di Qatar resmi berakhir, Teheran soroti pelanggaran MoU

Foto yang diabadikan pada 21 Januari 2026 ini menunjukkan seorang pria berdiri di dalam kantor cabang sebuah bank yang rusak akibat kerusuhan baru-baru ini di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi pada Rabu (1/7) mengumumkan berakhirnya perundingan di Qatar soal implementasi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Memimpin delegasi dari Kementerian Luar Negeri, Bank Sentral, dan Kementerian Pertanian, Gharibabadi menyampaikan bahwa tim Iran telah menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani pada pagi hari, kemudian menghadiri dua pertemuan dengan delegasi Qatar dan Pakistan, lansir kantor berita resmi Iran, IRNA.

"Pertemuan pertama kelompok pengawas untuk pelaksanaan MoU tersebut juga telah digelar dengan partisipasi para negosiator senior dari ketiga negara," kata Gharibabadi.

Dalam diskusi tersebut, delegasi Iran menegaskan dan membahas pelanggaran-pelanggaran AS terhadap kewajibannya di bawah Paragraf 1 MoU, yang berkaitan dengan berakhirnya perang di Lebanon, kabar mengenai tindakan AS terkait penguatan peralatan militer dan pasukannya di kawasan Asia Barat, serta pernyataan-pernyataan "mengancam dan intervensionis" yang dilontarkan oleh para pejabat AS, lapor IRNA.

Delegasi Iran menyoroti bahwa kewajiban para pihak di bawah MoU itu merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dan tidak dapat dipandang secara terpisah.

Delegasi Iran juga menambahkan bahwa keputusan telah diambil soal saluran komunikasi darurat kelompok pemantau yang akan dibentuk paling lambat Kamis (2/7), dan pelanggaran terhadap MoU akan dilaporkan, dibahas, serta diputuskan secara resmi dan terdokumentasi, papar Gharibabadi.

Gharibabadi menuturkan bahwa dalam serangkaian pertemuan dengan para pejabat Qatar, termasuk perwakilan bank sentral Iran, sejumlah isu tertentu soal penggunaan sebagian aset Iran yang dibekukan senilai 6 miliar dolar AS telah dibahas, dan diputuskan bahwa, berdasarkan kebutuhan Iran, barang-barang yang diperlukan akan dibeli dan diserahkan kepada negara tersebut.

*1 dolar AS = 17.961 rupiah

Gharibabadi menekankan bahwa tidak ada pertemuan langsung antara delegasi Iran dan AS yang digelar di Doha.

Menurut IRNA, bersamaan dengan serangkaian pertemuan tim Iran di Doha, sebuah delegasi AS yang dipimpin oleh utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, juga berada di Qatar untuk mengadakan pertemuan dengan para pejabat Qatar.

Pada 18 Juni lalu, Iran dan AS menandatangani MoU mengenai penghentian perang di kawasan tersebut di semua front, termasuk di Lebanon.

Pada 22 Juni, negosiasi teknis antara Iran dan AS dimulai di Swiss menyusul konsultasi tingkat tinggi antara delegasi Iran dan AS sehari sebelumnya, dengan dimediasi oleh Pakistan dan Qatar.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait