Trump deklarasikan “perang ekonomi” terhadap Iran, ancaman besar menanti negara yang membantu

Foto yang diabadikan pada 17 Agustus 2026 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Li Rui)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (19/8) mengumumkan apa yang dia sebut sebagai "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun."

"Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump di Truth Social, seraya menuduh Iran gagal memanfaatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan.

"Angkatan laut mereka sudah lenyap, angkatan udara mereka hancur, pabrik-pabrik militer mereka kini menjadi puing-puing, mata uang mereka tidak bernilai lagi, dan negara mereka sedang berada di ujung tanduk," ujarnya.

"Hari ini, saya juga mengumumkan bahwa negara MANA PUN yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya untuk memberikan bantuan dalam jenis apa pun kepada Iran akan menghadapi Konsekuensi Ekonomi yang SANGAT BESAR," imbuh Trump.

Menyebut langkah tersebut sebagai "ECONOMIC D-DAY," dia mendesak para sekutu untuk mendukung AS dalam "mengisolasi dan mengalahkan ancaman Iran."

AS dan Iran masih berselisih mengenai Selat Hormuz dan syarat-syarat untuk mengakhiri konflik, dengan masa depan perundingan yang tidak pasti setelah periode negosiasi selama 60 hari yang ditetapkan berdasarkan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) berakhir pada Senin (17/8).

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait