
Trump ancam serang infrastruktur Iran, Pezeshkian sebut AS putus asa

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kiri) berbicara dalam kunjungannya ke markas besar Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (Iranian Red Crescent Society/IRCS) di Teheran, Iran, pada 15 April 2026. (Xinhua/Shadati)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (10/6) mengatakan bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyasar infrastruktur penting Iran merupakan tanda keputusasaan AS dalam menghadapi keteguhan tekad bangsa Iran.
Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, sebagai reaksi atas ancaman yang dilontarkan sebelumnya pada hari yang sama oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa dia mungkin akan memerintahkan serangan baru terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran karena "penundaan" Teheran dalam menandatangani kesepakatan dengan Washington.
"Infrastruktur vital merupakan denyut nadi kehidupan rakyat. Mengancam untuk menyasar infrastruktur, mulai dari jaringan transportasi hingga industri listrik dan air, bukanlah unjuk kekuatan, melainkan tanda keputusasaan dalam menghadapi keteguhan sebuah bangsa," kata Pezeshkian.
Dia menyatakan keyakinannya bahwa dengan mengandalkan pengetahuan dan kemampuan para ahlinya, serta persatuan dan solidaritas nasional, Iran akan tetap teguh menghadapi tekanan dan ancaman apa pun.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social pada Rabu, Trump menyatakan bahwa Iran "terlalu lama dalam menegosiasikan kesepakatan" dan kini "harus menanggung akibatnya".
Trump juga mengisyaratkan bahwa dia mungkin akan memerintahkan serangan baru terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran, lapor Fox News pada Rabu, mengutip sebuah wawancara via telepon.
"Saya mungkin akan terus melanjutkan," kata Trump dalam wawancara itu. "Mereka punya kesempatan untuk menandatangani kesepakatan dan bertahan hidup."
Pernyataan Trump tersebut dilontarkan tak lama setelah Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengatakan di platform media sosial X pada Rabu pagi bahwa pasukannya telah menyelesaikan serangan "pertahanan diri" terhadap target-target Iran sebagai respons atas "penjatuhan helikopter Apache Angkatan Darat AS", seraya menambahkan bahwa operasi tersebut merupakan "respons proporsional atas serangan terbaru terhadap pasukan AS dan kapal komersial internasional yang melintasi perairan regional".
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania pada Rabu pagi waktu setempat, seraya menambahkan bahwa AS telah menyerang sejumlah lokasi di wilayah Jask dan Sirik serta Pulau Qeshm di Iran selatan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kongres AS bantah klaim Trump soal militer Rusia dan China di Greenland
Indonesia
•
10 Feb 2026

Israel kembali luncurkan serangan bom terhadap gedung bertingkat di Gaza City
Indonesia
•
08 Sep 2025

Presiden Turkiye setujui ratifikasi keanggotaan Swedia di NATO
Indonesia
•
26 Jan 2024

Ratusan orang berunjuk rasa di NYC menentang mesin perang AS
Indonesia
•
16 Jan 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
