Helikopter Apache ditembak jatuh, AS langsung gempur Iran

Foto yang diabadikan pada 27 Maret 2026 ini menunjukkan jejak rudal di langit Yerusalem (wilayah Palestina yang diduduki) saat sejumlah proyektil mengarah ke Israel tengah. (Xinhua/Chen Junqing)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa (9/6) setelah sebuah helikopter Apache milik Angkatan Darat AS ditembak jatuh sehari sebelumnya, demikian disampaikan Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS.

Serangan-serangan AS itu "sangat kuat, sangat dahsyat," ujar Presiden AS Donald Trump kepada ABC News setelah operasi tersebut dimulai.

Serangan tersebut dimulai pada pukul 17.00 Eastern Time AS (Rabu (10/6) pukul 04.00 WIB) atas arahan langsung dari sang presiden, tulis CENTCOM di platform media sosial X.

Menyusul pengumuman AS tersebut, media Iran melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar pada Rabu dini hari waktu setempat dan sistem pertahanan udara diaktifkan di kota pelabuhan Bandar Abbas, Pulau Qeshm, wilayah Sirik, dan wilayah Jask di Iran selatan.

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa enam ledakan terdengar di Sirik, Pulau Qeshm, dan Kota Minab di Iran selatan. Sejumlah area di ketiga wilayah tersebut diserang oleh jet tempur AS, imbuh Tasnim.

Sebelumnya pada Selasa yang sama, Trump menuduh Iran menembak jatuh sebuah helikopter Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz dan bersumpah akan membalasnya.

"Saya baru saja diberi informasi ... bahwa semalam pihak Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih saat (helikopter itu) sedang berpatroli di atas Selat Hormuz," ujarnya dalam sebuah unggahan di Truth Social.

"Dua pilot yang berada di dalam helikopter tersebut 'selamat dan tidak terluka'," kata Trump, seraya menambahkan, "Kendati demikian, AS harus, karena terpaksa, menanggapi serangan ini."

Serangan AS itu terjadi saat Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon selatan pada Selasa, menyusul aksi saling berbalas serang selama beberapa hari antara Israel dan Iran, sehingga kian memperburuk ketegangan yang sudah memuncak di kawasan tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait