Trump ancam Iran terkait tarif transit kapal tanker di Selat Hormuz

Anak-anak bermain di tepi pantai di Desa Kumzar, Oman, pada 19 Februari 2025. Kumzar, sebuah desa nelayan terpencil di Semenanjung Musandam, Oman utara, terletak di sebuah pelabuhan terlindung di dekat jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)

Iran menuntut agar kapal-kapal tanker minyak membayar tarif transit sebesar 1 dolar AS per barel untuk melintasi Selat Hormuz.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (9/4) mengancam Iran untuk berhenti memungut tarif transit dari kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz jika negara itu benar-benar melakukannya.

"Ada laporan bahwa Iran memungut tarif dari kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz – Sebaiknya itu tidak terjadi dan, jika memang demikian, mereka sebaiknya segera menghentikannya sekarang!" ancam Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Sehari sebelumnya, Trump mengatakan kepada ABC News bahwa dia sedang mempertimbangkan pembentukan sebuah "usaha patungan" (joint venture) dengan Iran guna memungut tarif dari kapal-kapal yang melintasi jalur perairan krusial tersebut, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global, seraya menyebutnya sebagai "hal yang indah."

Pada Rabu (8/4) di media sosial, Trump juga mengatakan bahwa "keuntungan besar" dapat diraup oleh AS dengan "membantu mengatasi kepadatan lalu lintas di Selat Hormuz."

Iran menuntut agar kapal-kapal tanker minyak membayar tarif transit sebesar 1 dolar AS per barel untuk melintasi Selat Hormuz, sebut laporan The Wall Street Journal pada Kamis.

*1 dolar AS = 17.009 rupiah

Lalu lintas laut di Selat Hormuz masih sepi. Untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata dicapai pada Selasa (7/4), dua kapal tanker minyak non-Iran terdeteksi melintasi selat tersebut, demikian dilaporkan The New York Times pada Kamis, mengutip data dari perusahaan pelacakan kapal, Kpler. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait