PM Kanada umumkan pengunduran diri, pemimpin oposisi mengeluh "tidak ada yang berubah"

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bisnis Amerika (Business Summit of the Americas) ketiga di Lima, Peru, pada 13 April 2018. (Xinhua/Xu Rui)
Trudeau menghadapi pergolakan di dalam partainya dan skor jajak pendapat publik yang buruk, yang mengindikasikan bahwa partainya kemungkinan bakal disingkirkan dari tampuk kekuasaan oleh Partai Konservatif yang dipimpin Pierre Poilievre dalam pemilu.
Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pada Senin (6/1) pagi waktu setempat mengumumkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri usai pemilihan partai, sementara pemimpin partai oposisi mengeluh bahwa tidak ada yang berubah.Saat menyampaikan pidato di luar kediamannya di Rideau Cottage, Trudeau mengatakan dia akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sampai penggantinya terpilih."Saya bermaksud untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin partai dan sebagai perdana menteri setelah partai memilih pemimpin berikutnya melalui proses kompetitif yang kuat dan berskala nasional. Tadi malam, saya meminta presiden Partai Liberal untuk memulai proses tersebut," kata Trudeau."Negara ini layak mendapatkan pilihan yang nyata dalam pemilihan umum (pemilu) berikutnya, dan sudah jelas bagi saya bahwa jika saya harus bertarung dalam pertempuran internal, saya tidak bisa menjadi pilihan terbaik dalam pemilu itu," lanjut Trudeau.Sang PM mengatakan bahwa Gubernur Jenderal Mary Simon telah mengabulkan permintaannya untuk menangguhkan Parlemen hingga 24 Maret."Tidak ada yang berubah," ungkap pemimpin Partai Konservatif Kanada Pierre Poilievre di media sosialnya, mempertanyakan apa yang berubah dengan adanya pengumuman Trudeau."Setiap anggota parlemen (dari Partai) Liberal dan kandidat kepemimpinan mendukung semua yang dilakukan Trudeau selama sembilan tahun, dan kini mereka ingin mengelabui para pemilih dengan menggunakan sosok Liberal lainnya untuk terus menipu warga Kanada selama empat tahun ke depan," tutur Poilievre, pemimpin oposisi resmi.Trudeau menghadapi pergolakan di dalam partainya dan skor jajak pendapat publik yang buruk, yang mengindikasikan bahwa partainya kemungkinan bakal disingkirkan dari tampuk kekuasaan oleh Partai Konservatif yang dipimpin Pierre Poilievre dalam pemilu, menurut media lokal.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Kadryov ingin bangun perusahaan militer untuk ambil alih tentara bayaran Rusia
Indonesia
•
20 Feb 2023

COVID-19 – Kementerian kesehatan Jepang setujui obat oral buatan Pfizer
Indonesia
•
11 Feb 2022

Taiwan kecam ‘ancaman’ keselamatan penerbangan dari balon udara China
Indonesia
•
06 Jan 2024

China desak AS untuk stop mempersenjatai Taiwan
Indonesia
•
28 Oct 2024
Berita Terbaru

Rusia terima Ukraina yang netral dan bersahabat sebagai tetangga di masa depan
Indonesia
•
06 Feb 2026

Trump melunak soal Perjanjian Chagos Inggris usai bicara dengan Starmer
Indonesia
•
07 Feb 2026

Perjanjian pengurangan senjata nuklir Rusia dan AS berakhir, perdamaian dunia terancam
Indonesia
•
06 Feb 2026

Rudal Khorramshahr-4 siap luncur di situs bawah tanah Iran jelang pembicaraan dengan AS
Indonesia
•
06 Feb 2026
