
Putin dukung sikap Trump soal penyelesaian konflik Ukraina, tapi masih ada "isu belum terselesaikan"

Foto yang diabadikan pada 7 Februari 2024 ini menunjukkan pemandangan musim dingin Kremlin di Moskow, Rusia. (Xinhua/Cao Yang)
Putin mengatakan Rusia "mendukung" rencana gencatan senjata 30 hari yang diusulkan oleh AS dan Ukraina, tetapi terdapat perbedaan kecil.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung posisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam penyelesaian konflik di Ukraina, tetapi dia memiliki kekhawatiran terkait isu-isu yang belum terselesaikan, kata Dmitry Peskov, juru bicara (jubir) Kremlin, pada Jumat (14/3)."Jadi, memang, ada banyak hal yang perlu dilakukan, tetapi meskipun demikian, sang presiden (Putin) mengutarakan solidaritas terhadap sikap Trump," kata Peskov, seraya menambahkan bahwa ada alasan untuk "optimisme yang hati-hati" mengenai penyelesaian konflik tersebut.Peskov mengonfirmasi bahwa presiden Rusia itu telah mengadakan pembicaraan dengan utusan khusus AS Steve Witkoff pada Kamis (13/3) malam waktu setempat. Dia menambahkan bahwa setelah Witkoff menyampaikan rincian yang tersisa dengan Trump, waktu potensial bagi kedua presiden untuk berbicara dapat ditentukan.
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer (kedua dari kanan), Presiden Prancis Emmanuel Macron (kedua dari kiri), dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (pertama dari kanan), menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertahanan di London, Inggris, pada 2 Maret 2025. Para pemimpin negara Barat, termasuk lebih dari belasan kepala negara Eropa dan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau, berkumpul di London pada Ahad (2/3) untuk menghadiri KTT pertahanan yang bertujuan memajukan rencana perdamaian bagi Ukraina setelah sepekan perundingan diplomatik yang intens. Setelah KTT pada Ahad tersebut, PM Inggris Keir Starmer mengatakan bahwa para pemimpin di KTT itu telah menyetujui rencana empat langkah untuk menjamin perdamaian di Ukraina. Selain itu, Inggris akan memberikan akses bagi Ukraina untuk menggunakan 1,6 miliar poundsterling Inggris (1 poundsterling Inggris = 20.865 rupiah) dari anggaran ekspor Inggris untuk membeli lebih dari 5.000 rudal pertahanan udara. (Xinhua/No 10 Downing Street/Simon Dawson)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Xi Jinping dan Kim Jong un capai konsensus penting soal masa depan hubungan China-Korea Utara
Indonesia
•
09 Jun 2026

Rusia operasikan tiga kapal perang baru untuk angkatan lautnya
Indonesia
•
28 Dec 2023

Xi: China akan kembangkan kerja sama persahabatan dengan Iran terlepas dari perubahan situasi internasional
Indonesia
•
25 Oct 2024

China desak AS untuk tidak timbulkan perpecahan antara China dan Eropa
Indonesia
•
19 May 2024


Berita Terbaru

Ini 14 poin kesepakatan damai AS-Iran yang bisa mengubah peta politik dunia
Indonesia
•
18 Jun 2026

Iran peringatkan Israel: Hentikan serangan di Lebanon atau hadapi respons keras
Indonesia
•
17 Jun 2026

Iran: Perundingan kesepakatan final dengan AS dimulai usai penandatanganan MoU damai
Indonesia
•
17 Jun 2026

Gagasan tata kelola global China kian mendapat dukungan dunia, tekankan keadilan dan inklusivitas
Indonesia
•
17 Jun 2026
