
Feature – Pengungsi Gaza hadapi kekurangan kebutuhan sehari-hari saat musim dingin

Anak-anak Palestina terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 13 Desember 2023. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,9 juta warga di Gaza, atau 85 persen populasinya, menjadi pengungsi internal, dan sebagian di antaranya telah beberapa kali mengungsi. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Total populasi Jalur Gaza telah berkurang 85 persen sejak konflik meletus, sementara sebagian di antaranya telah beberapa kali mengungsi untuk menghindari serangan Israel dan mencari tempat perlindungan yang aman.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, musim dingin kali ini menjadi tamu yang tidak menyenangkan bagi Jalal Mosaad (45), seorang pengungsi Palestina, yang tinggal di sebuah tenda sementara yang baru-baru ini didirikan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan."Dahulu, saya biasanya menantikan musim dingin untuk melakukan tradisi musim dingin, seperti menyiapkan makanan dan minuman hangat, serta menghabiskan waktu bersama delapan anggota keluarga di dalam rumah," ujarnya kepada Xinhua.Namun sekarang, ayah enam anak itu mengatakan bahwa dirinya harus sibuk menguras air hujan dari dalam dan sekitar tenda dengan cara manual selama hujan turun.
Warga Palestina yang mengungsi terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 18 Desember 2023. Lembaga-lembaga bantuan dan para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meningkatkan kewaspadaan tentang "krisis kemanusiaan" di Gaza, yang mencakup kelaparan massal dan penyakit, di saat sebagian besar dari 2,3 juta orang yang tinggal di kawasan tersebut menjadi pengungsi dalam konflik yang telah berlangsung selama dua bulan itu. (Xinhua/Yasser Qudih)
Warga Palestina terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 13 Desember 2023. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,9 juta warga di Gaza, atau 85 persen populasinya, menjadi pengungsi internal, dan sebagian di antaranya telah beberapa kali mengungsi. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Para pengungsi Palestina menghangatkan diri di dekat api unggun di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 18 Desember 2023. Lembaga-lembaga bantuan dan para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meningkatkan kewaspadaan tentang "krisis kemanusiaan" di Gaza, yang mencakup kelaparan massal dan penyakit, di saat sebagian besar dari 2,3 juta orang yang tinggal di kawasan tersebut menjadi pengungsi dalam konflik yang telah berlangsung selama dua bulan itu. (Xinhua/Yasser Qudih)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Warga Sudan dijebloskan ke penjara di Jeddah karena anjingnya terus menggonggong
Indonesia
•
25 Aug 2022

Feature – Kebun atap ubah desa di Mesir yang dulunya miskin ini jadi oasis subur
Indonesia
•
04 Mar 2025

Harapan hidup di Taiwan capai puncak baru
Indonesia
•
06 Aug 2021

Minat sains dan matematika di Indonesia masih rendah, harus dimulai sejak usia dini
Indonesia
•
20 Jun 2026


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
