
Total kapasitas terpasang tenaga nuklir China lampaui 120 juta kilowatt

Foto yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 1 Januari 2026 ini menunjukkan pemandangan unit pembangkit listrik kedua di proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zhangzhou di Kota Zhangzhou, Provinsi Fujian, China tenggara. (Xinhua/Lin Shanchuan)
Peran energi nuklir yang semakin menonjol dalam memastikan ketahanan energi dan mendorong pembangunan hijau di tengah transisi energi global.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Total kapasitas terpasang tenaga nuklir China telah melampaui 120 juta kilowatt per akhir 2025, menduduki peringkat pertama dunia, sebut Wang Shoujun, kepala organisasi nonprofit Chinese Nuclear Society.
Hingga akhir tahun lalu, China memiliki total 112 unit pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang beroperasi, sedang dibangun, atau telah disetujui untuk dibangun, ungkap Wang dalam upacara pembukaan pameran bertajuk ‘Nuclear Industry China 2026’ pada Rabu (22/4).
China tetap berkomitmen pada pengembangan tenaga nuklir secara proaktif, aman, dan tertib, tutur Wang, seraya menambahkan bahwa "fusi nuklir yang terkendali" dan "tenaga nuklir pesisir" telah dimasukkan ke dalam proyek-proyek utama negara itu selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).
Wang menyampaikan peran energi nuklir yang semakin menonjol dalam memastikan ketahanan energi dan mendorong pembangunan hijau di tengah transisi energi global.
Dia mengatakan industri nuklir China telah memasuki jalur cepat pembangunan berkualitas tinggi selama beberapa tahun terakhir, dengan kemampuan yang ditingkatkan dalam inovasi teknologi nuklir, termasuk teknologi PLTN generasi ketiga dan keempat, reaktor modular kecil, dan siklus bahan bakar nuklir yang canggih.
Pameran selama empat hari yang diselenggarakan di Beijing itu menarik hampir 300 perusahaan dan organisasi dari China dan luar China. Selain memamerkan beragam peralatan teknologi, ajang itu juga menyuguhkan serangkaian forum akademis tingkat tinggi, pertukaran teknis, peluncuran produk, dan aktivitas sosialisasi kepada masyarakat.
Sebagai platform penting untuk memamerkan pencapaian ilmiah nuklir global dan memperdalam kerja sama internasional, pameran tahun ini diharapkan dapat memfasilitasi kerja sama lebih lanjut antara industri domestik maupun internasional, papar Wang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inflasi pangan di Inggris sentuh rekor tertinggi pada April 2023
Indonesia
•
03 May 2023

ISTAT: Lebih dari 5,7 juta orang di Italia hidup dalam kemiskinan absolut
Indonesia
•
16 Oct 2025

Moskow akan lindungi kepentingannya saat Barat tetapkan batas harga minyak Rusia
Indonesia
•
06 Feb 2023

Trump akan berlakukan serangkaian tarif mulai 1 Oktober
Indonesia
•
28 Sep 2025


Berita Terbaru

Microsoft umumkan investasi 17,9 miliar dolar AS untuk infrastruktur AS di Australia
Indonesia
•
24 Apr 2026

Mobil NEV segmen keluarga topang penjualan Wuling di Indonesia
Indonesia
•
24 Apr 2026

Harga produk susu global merosot di tengah ketidakpastian geopolitik
Indonesia
•
23 Apr 2026

Maskapai Lufthansa batalkan 20.000 penerbangan jarak pendek saat harga avtur melonjak dua kali lipat
Indonesia
•
23 Apr 2026
