
Tinggalkan gaji tinggi di kota, pemuda Gen Z ini sukses bangun pertanian modern

Han Xuerun memeriksa gandum yang telah dipanen di Hubin di wilayah Boxing, Binzhou, Provinsi Shandong, China timur, pada 11 Juni 2026. (Xinhua/Chen Bin)
Jinan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pada awal 2024, Han Xuerun meninggalkan pekerjaan berupah tinggi di kota dan pulang ke kampung halamannya di wilayah Boxing untuk memulai usaha pertanian gandum.
Terlepas dari segala tantangan, wirausahawan Generasi Z tersebut berhasil mengumpulkan dana secara mandiri. Skala operasional lahannya berkembang dari semula 320 mu (sekitar 21,33 hektare) menjadi lebih dari 700 mu (sekitar 46,67 hektare), menjadikannya petani biji-bijian berskala besar termuda di daerah tersebut.

Alih-alih praktik tradisional, Han memperkenalkan metode penanaman berskala besar yang didukung oleh teknologi. Hal-hal itu mencakup penggunaan mesin pertanian besar dan drone perlindungan tanaman, serta pembentukan pertanian keluarga yang menerapkan sistem pembelian pasokan pertanian terpadu.
Dia merampingkan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengelola dan merawat lahan pertanian seluas 700 mu tersebut menjadi hanya tiga orang. Hasilnya, biaya produksi berhasil ditekan secara signifikan, sehingga meraup profit bersih tahunan sebesar lebih dari 200.000 yuan.
*1 yuan = 2.622 rupiah
Pendekatan pertanian modern ala Han tidak hanya membantu melindungi lahan pertanian, tetapi juga menginspirasi semakin banyak pemuda untuk kembali ke pedesaan dan melepaskan potensi mereka dalam revitalisasi pedesaan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Komite OPEC+ rekomendasikan untuk tetap patuhi kebijakan produksi minyak
Indonesia
•
02 Feb 2023

India resmi jual bahan bakar e85, kandungan etanolnya capai 85 persen
Indonesia
•
06 Jun 2026

Program UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2025 resmi dimulai, 143 pengusaha siap berkembang
Indonesia
•
05 Aug 2025

KBRI Beijing promosikan pariwisata dalam ajang CIFTIS, soroti destinasi wisata selain Bali
Indonesia
•
17 Sep 2024


Berita Terbaru

Usia 16 defisit 59 juta rupiah, usia 45 surplus 25 juta rupiah: Begini siklus keuangan warga Korsel
Indonesia
•
19 Sep 2026

China geser strategi di Indonesia: Dari ekspor produk ke investasi dan manufaktur lokal
Indonesia
•
19 Sep 2026

Belajar dari China, ratusan kepala desa Indonesia dalami cara menghidupkan ekonomi pedesaan
Indonesia
•
19 Sep 2026

Feature – Industri belut China tembus 31,8 triliun rupiah, Xiantao jadi pusat produksi utama
Indonesia
•
19 Sep 2026
