
Unitree Robotics bidik pendapatan 3 triliun rupiah, mulai proses IPO

Pengunjung berinteraksi dengan sebuah robot dari Unitree Robotics dalam Pameran Produk Konsumen Internasional China (China International Consumer Product Expo/CICPE) keenam di Haikou, Provinsi Hainan, China selatan, pada 14 April 2026. (Xinhua/Gao Jing)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan robotik China Unitree Robotics telah memulai proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) untuk melantai di STAR Market Shanghai, seiring momentum berkelanjutan dari industri robotik humanoid China.
Menurut pengumuman yang dirilis pada Kamis (30/7), perusahaan yang berbasis di Hangzhou, China timur, itu berencana menerbitkan 40,45 juta lembar saham, yang mewakili 10 persen dari modal sahamnya setelah diperbesar. IPO tersebut akan menggabungkan penempatan strategis, pemesanan institusional luring, dan pemesanan umum daring.
Penentuan harga awal dijadwalkan pada 5 Agustus, sementara pemesanan secara daring dan luring akan dimulai pada 10 Agustus, sebut Unitree, tanpa mengungkapkan tanggal debut perdagangan (trading) perdananya.
Setelah pencatatannya di STAR Market Shanghai, pendiri Unitree Wang Xingxing dan pihak-pihak terkait akan memegang 31,29 persen saham perusahaan dan 65,31 persen hak suara.
Didirikan pada 2016, Unitree Robotics telah berkembang menjadi salah satu perusahaan robotik terkemuka di China yang berspesialisasi dalam pengembangan robot berkaki empat (quadruped robot) dan robot humanoid.
Pada 2025, jumlah pengiriman robot humanoid perusahaan tersebut melampaui 5.500 unit, menempati peringkat pertama secara global.
Berkat permintaan yang kuat terhadap kecerdasan buatan berwujud (embodied artificial intelligence) serta perluasan berkelanjutan dari operasi bisnisnya, Unitree memperkirakan pendapatan untuk paruh pertama (H1) 2026 akan mencapai antara 1,052 miliar yuan hingga 1,128 miliar yuan, yang mencerminkan kenaikan secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 35,62 persen hingga 45,41 persen.
*1 yuan = 2.675 rupiah
Setelah menuai perhatian luas setelah robot-robot humanoidnya tampil dalam acara Gala Festival Musim Semi China, Unitree mengajukan permohonan IPO pada 20 Maret dan memperoleh persetujuan registrasi regulasi 104 hari kemudian, sebuah rekor waktu tercepat untuk pencatatan di STAR Market.
Ini menunjukkan pengakuan pihak regulator terhadap pentingnya nilai strategis kecerdasan berwujud (embodied intelligence), papar para analis.
Langkah IPO ini mencerminkan tren yang makin luas di China setelah AI berwujud dan robot-robot humanoid makin dekat menuju komersialisasi skala besar.
Dua perusahaan lainnya, yakni Leju Robot dan Deep Robotics, telah mendapatkan persetujuan atas permohonan pencatatan saham mereka pada Mei.
China telah mengidentifikasi industri robotik sebagai lini terdepan (frontier) utama untuk memperoleh keunggulan teknologi strategis.
Pada H1 2026, robot berkaki empat buatan China menyumbang hampir 70 persen dari total penjualan global, tunjuk data dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.
International Data Corporation, sebuah lembaga riset pasar, memprediksi bahwa pengiriman robot humanoid secara global akan melampaui 510.000 unit per 2030, yang mengindikasikan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate) sebesar hampir 95 persen.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Oracle laporkan hasil Q3 2026 yang kuat di tengah meningkatnya permintaan Cloud AI
Indonesia
•
11 Mar 2026

Turkiye cabut pembatasan perdagangan terhadap ekspor Suriah dan buka rute transit
Indonesia
•
14 Feb 2025

UE denda platform X 120 juta euro dalam putusan pertama pelanggaran UU Layanan Digital
Indonesia
•
07 Dec 2025

Bank sentral global fokus inflasi, perkirakan pertumbuhan berlanjut
Indonesia
•
11 Mar 2022


Berita Terbaru

Usia 16 defisit 59 juta rupiah, usia 45 surplus 25 juta rupiah: Begini siklus keuangan warga Korsel
Indonesia
•
19 Sep 2026

China geser strategi di Indonesia: Dari ekspor produk ke investasi dan manufaktur lokal
Indonesia
•
19 Sep 2026

Belajar dari China, ratusan kepala desa Indonesia dalami cara menghidupkan ekonomi pedesaan
Indonesia
•
19 Sep 2026

Feature – Industri belut China tembus 31,8 triliun rupiah, Xiantao jadi pusat produksi utama
Indonesia
•
19 Sep 2026
