
Jubir Kemenhan China: Langkah China usir helikopter AL Australia masuk akal, aman, dan legal

Armada ke-46 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) China berlayar dari sebuah pelabuhan militer di Zhanjiang, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 21 Februari 2024. Armada ke-46 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China pada Rabu (21/2) berlayar dari sebuah pelabuhan militer di kota pesisir Zhanjiang di Provinsi Guangdong, China selatan, untuk mengambil alih misi pengawalan armada angkatan laut ke-45 di Teluk Aden dan perairan Somalia. (Xinhua/Yang Jie)
Tindakan militer China untuk mengusir sebuah helikopter angkatan laut Australia yang terbang di atas perairan internasional Laut Kuning dinilai merupakan langkah yang masuk akal, aman, profesional, dan legal.
Beijing, China (Xinhua) – Seorang juru bicara (jubir) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) China pada Selasa (7/5) menyampaikan bahwa tindakan militer China untuk mengusir sebuah helikopter angkatan laut (AL) Australia yang terbang di atas perairan internasional Laut Kuning merupakan langkah yang masuk akal, aman, profesional, dan legal.Jubir Kemenhan China Zhang Xiaogang menyatakan hal itu saat membantah klaim yang dibuat oleh Menteri Pertahanan Australia Richard Marles yang menyebut bahwa "pencegatan" oleh jet tempur China terhadap helikopter tersebut pada 4 Mei merupakan "insiden yang sangat serius."Menurut Zhang, ketika armada AL China melakukan latihan di perairan terkait di Laut Kuning, China, dari 3 hingga 4 Mei, kapal perusak berpeluru kendali milik Australia, HMAS Hobart, mengerahkan sebuah helikopter dari kapal tersebut sebanyak tiga kali untuk melakukan pengintaian jarak dekat dan mengganggu aktivitas latihan normal pihak China.Pasukan China secara lisan memperingatkan helikopter Australia tersebut dan melakukan operasi yang sah, masuk akal, profesional, dan aman untuk mengusirnya, yang sepenuhnya sesuai dengan hukum dan praktik internasional."Kami mendesak pihak Australia agar benar-benar menghormati kedaulatan dan kepentingan keamanan China, berhenti menyebarkan narasi palsu, secara ketat membatasi operasi angkatan laut dan angkatan udaranya, menghentikan segala provokasi yang berbahaya, serta menghindari perusakan keseluruhan hubungan antara kedua negara dan kedua militer," tekan Zhang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump tak jadi caplok Greenland, AS perluas kehadiran militer di Pulau Arktik
Indonesia
•
23 Sep 2026

Patroli gabungan ke-125 di Sungai Mekong dimulai
Indonesia
•
16 Jan 2023

Masih punya tunggakan iuran, AS akan keluar dari WHO
Indonesia
•
30 Apr 2026

AS janjikan senjata baru senilai 400 juta dolar AS untuk Ukraina
Indonesia
•
09 Jul 2022


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
