
Tim ilmuwan China susun peta terperinci baru tentang batuan Bulan

Sampel Bulan No. 001 yang dibawa kembali oleh wahana Chang'e-5 China dipajang di Museum Nasional China di Beijing, ibu kota China, pada 27 Februari 2021. (Xinhua/Jin Liangkuai)
Peta Bulan baru yang disusun oleh tim ilmuwan China dapat digunakan untuk penelitian ilmiah lebih lanjut, perencanaan eksplorasi, pengambilan sampel, dan pemilihan lokasi kembali, serta memberikan referensi untuk memetakan planet-planet mirip Bumi lainnya di masa mendatang.
Beijing, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China telah menyusun peta batuan Bulan beresolusi tinggi, yang menyediakan informasi terperinci tentang komposisi dan distribusi material di permukaan Bulan.Dirilis pada skala 1:2.500.000, peta dari keseluruhan Bulan itu merupakan hasil riset selama 10 tahun yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Shandong, Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), dan sejumlah lembaga lainnya. Peta tersebut menangkap fitur litologi dari 17 jenis batuan Bulan.Misi China ke Bulan belum lama ini, yang meliputi aktivitas mengorbit, mendarat, dan membawa pulang sampel ke Bumi, telah mengumpulkan beragam kumpulan data (dataset) yang "menyediakan sumber utama untuk upaya pemetaan litologi ini," menurut temuan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Bulletin sebelumnya pada pekan ini.Peta Bulan baru ini dapat digunakan untuk penelitian ilmiah lebih lanjut, perencanaan eksplorasi, pengambilan sampel, dan pemilihan lokasi kembali. Peta ini juga dapat memberikan referensi untuk memetakan planet-planet mirip Bumi lainnya di masa mendatang, tutur para peneliti.Peta Bulan versi kertas dan digital akan diterbitkan dalam bahasa Mandarin dan Inggris oleh Geological Publishing House China.Aktivitas vulkanisme di Bulan
Eksplorasi Bulan yang dilakukan oleh para peneliti dan lembaga penelitian China terus berkembang dengan penemuan-penemuan baru.Sebuah tim peneliti dari China berhasil menemukan bukti geologis dari sedikitnya empat lapisan aliran lava vulkanis yang membanjiri wilayah pendaratan misi eksplorasi Bulan Chang'e-5, menurut siaran pers dari Pusat Ilmu Pengetahuan Antariksa Nasional (National Space Science Center/NSSC) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Misi Chang'e-5 China membawa pulang total 1.731 gram sampel Bulan ke Bumi pada akhir 2020. Wilayah pendaratan misi tersebut di wilayah barat laut Oceanus Procellarum, yang juga dikenal sebagai Lautan Badai, dianggap sebagai salah satu unit basaltik termuda di permukaan Bulan.
Seorang pengunjung mengamati sampel Bulan yang dibawa pulang ke Bumi oleh wahana Chang'e-5 China di Museum Nasional China di Beijing, ibu kota China, pada 18 April 2021. (Xinhua/Yin Dongxun)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

LIPI kembangkan padi gogo tahan kekeringan dan pH asam
Indonesia
•
24 Sep 2019

Terapi suara non-invasif tingkatkan harapan bagi pengobatan Alzheimer
Indonesia
•
08 Jan 2026

COVID-19 – Jangka waktu kekebalan vaksin Sputnik V Rusia lebih 2 tahun
Indonesia
•
04 Feb 2021

Regulator Italia jatuhkan denda 15 juta euro kepada OpenAI atas penyalahgunaan data pribadi
Indonesia
•
24 Dec 2024


Berita Terbaru

Saat manusia mulai ‘jatuh hati’ pada AI, China perketat aturan bot pendamping
Indonesia
•
16 Jul 2026

Otot yang lemah bisa tingkatkan risiko diabetes hingga 3,5 kali lipat
Indonesia
•
16 Jul 2026

Anjing laut punya ‘kekuatan super’ mendengar di darat dan bawah air
Indonesia
•
16 Jul 2026

Perangkat bionik ini bikin otak tak sekadar mendengar, tapi juga memahami suara
Indonesia
•
15 Jul 2026
