
Tim ilmuwan China kembangkan perangkat bertenaga mandiri untuk percepat perbaikan otot

Ilustrasi. (Alan Calvert on Unsplash)
Implan kecil yang memanfaatkan gerakan tubuh sendiri untuk menghasilkan denyut listrik lembut, mampu membantu otot rusak pulih lebih cepat, dan semuanya terjadi tanpa kabel, baterai, atau kebutuhan untuk operasi lanjutan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China menciptakan sebuah implan kecil yang sepenuhnya dapat terurai secara hayati (biodegradable) dan memanfaatkan gerakan tubuh sendiri untuk menghasilkan denyut listrik lembut, yang membantu otot rusak pulih lebih cepat, dan semuanya terjadi tanpa kabel, baterai, atau kebutuhan untuk operasi lanjutan.
Perangkat tersebut, yang dipaparkan mendetail di dalam jurnal Cell Biomaterials, menawarkan pendekatan baru yang menjanjikan untuk mengobati cedera otot parah, yang masih sulit untuk dipulihkan sepenuhnya.
Implan itu terdiri dari dua bagian lunak yang biokompatibel. Bagian pertama adalah lapisan film tipis fleksibel yang terbuat dari bahan alami. Ketika dipasang di dekat sendi gerak, seperti lutut atau siku, lapisan film itu mengubah gerakan alami menjadi sinyal listrik lembut. Bagian kedua adalah kerangka penopang seperti gel, yang diletakkan langsung di lokasi cedera. Kerangka ini menerima sinyal dan memberikan stimulasi listrik lembut ke jaringan yang rusak.
Stimulasi lembut ini mendorong pertumbuhan dan perbaikan sel otot, sementara kerangka menyediakan struktur penopang bagi pembentukan jaringan baru.
Salah satu keunggulan utama adalah bahwa sistem ini sepenuhnya mandiri. Sistem ini mengumpulkan energi dari gerakan pasien sendiri, menghilangkan kebutuhan akan sumber daya eksternal yang besar atau baterai. Selain itu, baik lapisan film maupun kerangka penopang terbuat dari bahan aman yang dapat terurai secara hayati, yang secara alami diserap oleh tubuh seiring waktu, urai penelitian tersebut.
Dalam uji coba pada tikus yang menderita cedera otot, perangkat ini membantu mencapai pemulihan otot penuh dalam waktu dua pekan. Implan itu sendiri larut dengan aman di dalam tubuh dalam waktu sekitar sebulan.
"Penelitian ini menawarkan strategi implan baru yang menggabungkan stimulasi bertenaga mandiri dengan biodegradabilitas penuh," kata Bai Shuo, seorang profesor di Institut Rekayasa Proses (Institute of Process Engineering) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China, yang memimpin penelitian tersebut. "Strategi itu menghindari kebutuhan akan perangkat keras eksternal atau operasi kedua untuk mengeluarkan perangkat."
Penelitian ini menunjukkan masa depan di mana implan sementara yang cerdas dapat membantu penyembuhan secara internal, menawarkan jalur pemulihan nirkabel dan bebas operasi bagi pasien yang mengalami kerusakan otot, tambah Bai.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penjelajah Rusia akan lakukan perjalanan 10 hari di Kutub Utara
Indonesia
•
21 May 2021

COVID-19 – Uji klinis vaksin Rusia selesai 30 September
Indonesia
•
09 Sep 2020

COVID-19 – Antibodi ditemukan di semua relawan uji vaksin Rusia
Indonesia
•
29 Aug 2020

Fokus Berita – Industri NEV China bidik pengembangan hijau di tengah transformasi
Indonesia
•
26 Dec 2023


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
