Astronaut Shenzhou-15 China rampungkan ‘spacewalk’ ketiga

Gambar hasil tangkapan layar yang diambil di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 9 Februari 2023 ini menunjukkan taikonaut Shenzhou-15 Fei Junlong sedang melakukan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity/EVA) dari modul lab stasiun luar angkasa Wentian. (Xinhua/Liu Fang)
Tim awak Shenzhou-15 China telah menyelesaikan berbagai tugas, termasuk pemeliharaan stasiun luar angkasa di orbit, dalam sebulan terakhir ini.
Beijing, China (Xinhua) – Para astronaut kru Shenzhou-15 China merampungkan tiga aktivitas di luar wahana antariksa (spacewalk) sejak perjalanan mereka ke luar angkasa empat bulan lalu, menurut Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA).Spacewalk ketiga itu dilakukan oleh astronaut Fei Junlong dan Zhang Lu pada Kamis (30/3), bekerja sama dengan astronaut Deng Qingming yang berada di dalam stasiun luar angkasa. Kedua astronaut itu menyelesaikan semua tugas terjadwal mereka sebelum kembali dengan aman ke modul lab Wentian, kata CMSA.Menurut CMSA, empat kru melakukan total 10 spacewalk sejak misi berawak Shenzhou-12 pada 2021, menguasai serangkaian teknologi utama. Aktivitas di luar wahana antariksa lanjutan akan terus dilakukan secara rutin sesuai rencana.Dalam sebulan terakhir, tim awak Shenzhou-15 China menyelesaikan berbagai tugas, termasuk pemeliharaan stasiun luar angkasa di orbit. Konvertor termoelektrik Stirling juga telah menyelesaikan uji di orbitnya (in-orbit). Mampu mengubah energi panas menjadi listrik dengan efisiensi dan kepadatan daya yang relatif tinggi, konverter ini diharapkan dapat digunakan dalam misi Bulan berawak dan eksplorasi luar angkasa di masa depan, ungkap CMSA.Pesawat kargo Tianzhou-6 dijadwalkan akan diluncurkan pada awal atau pertengahan Mei mendatang, kata CMSA, seraya menambahkan bahwa pesawat tersebut telah dipindahkan ke Situs Peluncuran Wahana Antariksa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan sebut galaksi Bima Sakti ternyata "lebih ramping" dari perkiraan awal
Indonesia
•
05 Oct 2022

Laboratorium laut-dalam angin-ombak berskala besar mulai dibangun di China timur laut
Indonesia
•
11 Nov 2023

Helikopter Ingenuity NASA tuntaskan 50 penerbangan di Mars
Indonesia
•
19 Apr 2023

Penemuan fosil periode Jura di China ungkap wawasan baru perihal asal-usul parasit
Indonesia
•
11 Apr 2025
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026
