
IAEA: Tidak ada kerusakan lebih lanjut di Pembangkit Natanz Iran, tingkat radiasi ‘off-site’ normal

Foto yang diabadikan pada 13 Juni 2025 ini menunjukkan pemandangan Teheran, ibu kota Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Jumat (13/6) mengatakan bahwa Israel telah melancarkan "serangan pencegahan" terhadap Iran. Stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB, melaporkan ledakan di Teheran dan wilayah Natanz, Khondab, serta Khorramabad. (Xinhua/Shadati)
Tidak ada kerusakan tambahan di lokasi Pembangkit Pengayaan Bahan Bakar (Fuel Enrichment Plant/FEP) Natanz Iran sejak serangan Israel pada Jumat (13/6), dan radioaktivitas di luar lokasi (off-site) Natanz pun tidak berubah, masih berada pada tingkat normal.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Tidak ada kerusakan tambahan di lokasi Pembangkit Pengayaan Bahan Bakar (Fuel Enrichment Plant/FEP) Natanz Iran sejak serangan pada Jumat (13/6), dan radioaktivitas di luar lokasi (off-site) Natanz pun tidak berubah, masih berada pada tingkat normal, demikian diumumkan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (16/6)."Tidak ada indikasi serangan fisik terhadap ruang kaskade bawah tanah yang berisi bagian dari FEP Percontohan dan FEP utama. Namun, hilangnya daya ke ruang kaskade mungkin merusak sentrifus di sana," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi kepada Dewan Gubernur IAEA.Grossi menambahkan bahwa di dalam fasilitas Natanz sendiri, terjadi kontaminasi radiologi dan kimiawi. Radiasi, yang terutama terdiri dari partikel alfa, menimbulkan bahaya signifikan jika uranium terhirup atau tertelan. Namun, risiko ini dapat dikelola secara efektif dengan tindakan perlindungan yang tepat.Masalah utama di dalam fasilitas tersebut adalah toksisitas kimiawi dari uranium heksafluorida dan senyawa-senyawa fluorida yang dihasilkan saat kontak dengan air, imbuh Grossi.Tidak ada kerusakan yang terlihat di lokasi FEP Fordow atau di reaktor air berat Khondab, yang sedang dibangun. Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr tidak menjadi sasaran atau pun terdampak oleh serangan belakangan ini, begitu pun dengan Reaktor Riset Teheran, kata Grossi.Di situs nuklir Esfahan, empat bangunan rusak dalam serangan pada Jumat itu, termasuk fasilitas konversi uranium dan pabrik fabrikasi pelat bahan bakar.IAEA mengatakan "tidak ada kenaikan radiasi off-site" yang dilaporkan di Natanz maupun Esfahan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi sebut hanya 12,6 persen pupuk fosfor anorganik yang diserap oleh tanaman secara global
Indonesia
•
01 Aug 2024

Ilmuwan China temukan senyawa alami untuk hambat pertumbuhan kanker hati
Indonesia
•
06 Apr 2025

Telaah – China sambut layanan kesehatan berteknologi AI dengan hati-hati
Indonesia
•
09 Dec 2024

Bagian Tembok Besar berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan di China barat laut
Indonesia
•
01 May 2025


Berita Terbaru

Peneliti di Australia uji jam atom generasi baru di laut
Indonesia
•
15 Apr 2026

Feature – Pabrik alat berat China pelopori upaya menuju produksi nol karbon
Indonesia
•
13 Apr 2026

Platform dokter digital berteknologi AI layani penyakit Parkinson
Indonesia
•
14 Apr 2026

Sayuran berdaun bantu ekstraksi logam beracun dari tanah, tawarkan masa depan pertambangan berkelanjutan
Indonesia
•
14 Apr 2026
