
Pelaku penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe mengaku bersalah di pengadilan

Upacara pemakaman mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di ibu kota Tokyo pada 12 Juli 2022. (South China Morning Post/YouTube/tangkapan layar)
Tetsuya Yamagami, pria yang didakwa atas penembakan fatal terhadap mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe pada 2022, mengaku bersalah atas tuduhan tersebut, di hari pertama persidangannya.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Tetsuya Yamagami, pria yang didakwa atas penembakan fatal terhadap mantan perdana menteri (PM) Jepang Shinzo Abe pada 2022, mengaku bersalah atas tuduhan tersebut pada Selasa (28/10), hari pertama persidangannya, demikian dilaporkan media setempat.Pria berusia 45 tahun itu, yang didakwa membunuh Abe dengan senjata api rakitan saat berpidato untuk kampanye pemilihan umum (pemilu) di Jepang barat, mengakui tuduhan pembunuhan serta pelanggaran terhadap undang-undang pengendalian senjata api dan pedang di Pengadilan Distrik Nara, menurut laporan Kyodo News.Yamagami, yang hadir di pengadilan untuk pertama kalinya sejak pembunuhan tiga tahun lalu, mengatakan dirinya melakukan kejahatan itu karena dendam terhadap Gereja Unifikasi (Unification Church), yang dia yakini memiliki hubungan dekat dengan Abe dan sejumlah politisi Jepang lainnya.Yamagami mengatakan kepada pihak berwenang bahwa sumbangan bernilai sangat besar, kemungkinan sekitar 100 juta yen, yang diberikan ibunya kepada kelompok tersebut menyebabkan kehancuran finansial keluarganya, papar laporan itu.*1 yen = 108 rupiahPembunuhan mengejutkan ini telah menarik perhatian besar terhadap hubungan antara kelompok keagamaan yang kontroversial tersebut dengan para anggota Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, yang sebelumnya dipimpin Abe.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Taiwan tempati posisi kunci di Laut China
Indonesia
•
08 Jan 2021

Menlu Iran sebut Teheran tidak minta gencatan senjata, tak ada alasan untuk bernegosiasi dengan AS
Indonesia
•
06 Mar 2026

Kadryov ingin bangun perusahaan militer untuk ambil alih tentara bayaran Rusia
Indonesia
•
20 Feb 2023

Feature – Idul Adha tanpa perayaan, anak-anak Gaza hanya impikan makanan dan sekolah
Indonesia
•
03 Jun 2026


Berita Terbaru

AS dan Iran teken MoU secara Elektronik untuk akhiri perang
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 dibuka di tengah gelombang unjuk rasa besar-besaran
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Kesepakatan damai tercapai, warga Teheran masih menunggu bukti perdamaian
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 akan bahas krisis geopolitik di tengah meningkatnya perpecahan
Indonesia
•
15 Jun 2026
