
Tim ilmuwan China kembangkan Teleskop Neutrino Bawah Air Energi Tinggi

Foto yang disediakan oleh Observatorium Astronomi Shanghai (Shanghai Astronomical Observatory/SHAO), yang dinaungi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), ini menunjukkan teleskop radio dengan antena berdiameter 40 meter di area Gunung Changbai di Provinsi Jilin, China timur laut, pada 23 Desember 2024. (Xinhua)
Teleskop Neutrino Bawah Air Energi Tinggi merupakan perangkat ilmiah skala besar yang diperkirakan dapat memimpin pengembangan astronomi neutrino. Laut China Selatan adalah satu-satunya lokasi yang cocok untuk teleskop tersebut di China, yang akan menjangkau sekitar 600 kilometer persegi area perairan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China berhasil meluncurkan prototipe detektor untuk Teleskop Neutrino Bawah Air Energi Tinggi (High-energy Underwater Neutrino Telescope/HUNT) ke Laut China Selatan, demikian diumumkan Institut Fisika Energi Tinggi (High Energy Physics/IHEP) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) pada Rabu (5/2).IHEP mengatakan kapal penelitian ilmiah Tansuo-3 dan kapal selam berawak Shenhai Yongshi (Deep Sea Warrior) membantu menempatkan detektor-detektor tersebut secara tepat di lokasi yang telah ditentukan 1.600 meter di bawah permukaan laut.Menurut IHEP, detektor-detektor tersebut juga berhasil dihubungkan ke jaringan observasi ilmiah bawah laut milik China, sebuah infrastruktur ilmiah dan teknologi nasional utama.Neutrino merupakan partikel dengan daya tembus tinggi yang membawa informasi primordial. Dengan demikian, neutrino dapat menjadi alat yang efektif untuk mempelajari asal-usul sinar kosmik energi tinggi dan evolusi benda-benda angkasa.Tim ilmuwan China telah mengusulkan HUNT generasi berikutnya sebagai perangkat ilmiah skala besar yang diperkirakan dapat memimpin pengembangan astronomi neutrino. Laut China Selatan adalah satu-satunya lokasi yang cocok untuk teleskop tersebut di China, yang akan menjangkau sekitar 600 kilometer persegi area perairan.Sebuah tim peneliti dari IHEP, Universitas Kelautan China (Ocean University of China), Institut Akustika (Institute of Acoustics) CAS, dan lembaga-lembaga lainnya sedang menjalankan proyek tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jepang kembali batalkan uji terbang perdana kendaraan eksperimental roket ‘reusable’ akibat malafungsi
Indonesia
•
30 Mar 2026

Tim astronom temukan petunjuk perihal sumber semburan gelombang radio cepat
Indonesia
•
14 May 2023

China rampungkan perakitan modul inti dari reaktor nuklir kecil
Indonesia
•
11 Aug 2023

China publikasikan standar internasional pertama di dunia untuk data sel punca
Indonesia
•
02 Nov 2024


Berita Terbaru

Satu set perhiasan emas kuno dari era Abbasiyah ditemukan di Arab Saudi
Indonesia
•
28 May 2026

Robot humanoid di China punya ID digital untuk keamanan
Indonesia
•
29 May 2026

Model AI Green Shield pastikan penggunaan pestisida yang tepat
Indonesia
•
26 May 2026

NASA umumkan rencana Moon Base untuk dukung kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan
Indonesia
•
27 May 2026
