Teleskop China LAMOST capai tonggak sejarah baru dalam hal data spektral

Foto yang diabadikan pada 19 Juni 2015 ini menunjukkan Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (LAMOST) di stasiun pengamatan Xinglong milik Observatorium Astronomi Nasional di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China di Xinglong, Provinsi Hebei, China utara. (Xinhua/Wang Xiao)
Teleskop China LAMOST telah menjadi teleskop survei langit pertama di dunia yang melepaskan lebih dari 22 juta spektrum, dan beroperasi untuk mengumpulkan spektrum berkualitas tinggi, koleksi data penting yang membantu para astronom yang berfokus pada komposisi kimia, kepadatan, atmosfer, dan magnetisme benda-benda luar angkasa.
Beijing, China (Xinhua) – Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (LAMOST) telah menjadi teleskop survei langit pertama di dunia yang melepaskan lebih dari 22 juta spektrum, kata Observatorium Astronomi Nasional di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (National Astronomical Observatories under the Chinese Academy of Sciences/NAOC).NAOC pada Jumat (31/3) mengungkap kumpulan data LAMOST DR10 untuk pengguna domestik dan mitra asing. Kumpulan data tersebut terdiri dari 22,29 juta lebih spektrum, melebihi jumlah spektrum yang dirilis oleh semua teleskop survei langit internasional lainnya yang digabungkan sebanyak 2,9 kali lipat.Menurut NAOC, kumpulan data itu merupakan koleksi data spektral yang diperoleh melalui pengamatan LAMOST dari Oktober 2011 hingga Juni 2022, termasuk 11,81 juta spektrum resolusi rendah dan 10,48 juta spektrum resolusi menengah.LAMOST menjadi teleskop survei langit pertama di dunia yang merilis lebih dari 10 juta spektrum pada 2019. Selama empat tahun terakhir, jumlah spektrum yang diperoleh LAMOST meningkat dua kali lipat, sebut NAOC.Hingga saat ini, 1.385 pengguna dari 194 lembaga penelitian dan universitas di China, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Denmark, dan negara serta kawasan lain menggunakan data LAMOST untuk penelitian mereka, kata NAOC.Dikenal sebagai Teleskop Guo Shoujing di China, LAMOST beroperasi untuk mengumpulkan spektrum berkualitas tinggi, koleksi data penting yang membantu para astronom yang berfokus pada komposisi kimia, kepadatan, atmosfer, dan magnetisme benda-benda luar angkasa.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap pemanasan global hasilkan gandum lebih banyak dan lonjakan harga lebih tajam
Indonesia
•
24 Aug 2022

Ilmuwan Australia singkap cara sel imun deteksi bakteri, buka jalan bagi vaksin yang lebih baik
Indonesia
•
11 Dec 2025

Kompleks kuil leluhur berusia lebih dari 2.200 tahun ditemukan di China barat laut
Indonesia
•
25 Mar 2024

Jepang pertimbangkan perpanjangan operasi PLTN berusia 60 tahun saat kekurangan bahan bakar
Indonesia
•
29 Nov 2022
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
